Breaking News:

Peduli Kelestarian Lingkungan Fauzi Dirikan Bank Sampah, Dapat Penghargaan Bupati Banyuasin

Fauzi menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya limbah plastik bagi lingkungan,dan mengajak memanfaatkan ulang limbah plastik tersebut

ho/sripoku.com
Fauzi SE memperlihatkan limbah plastik yang terkumpul dari masyarakat yang akan melalui pemilhan dan pencacahan 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Kepedulian Fauzi SE untuk ikut menjaga lingkungan dari limbah plastik berbuah penghargaan dari Bupati Banyuasin Askolani.

Berawal dari keprihatinan banyaknya limbah plastik yang berpotensi merusak lingkungan, Fauzi SE yang berprofesi sebagai wirausahawan sekaligus  pemerhati lingkungan ini, terpanggil untuk membangun bank sampah.

Melalui aktifitas bank sampah, Fauzi secara perlahan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya limbah plastik bagi lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ulang limbah plastik tersebut.

Alhasil, bank sampah yang di bangun di halaman belakang rumah Fauzi, kini terlihat sibukaktifitas pemilahan dan pencacahan sampah plastik dari masyarakat. 

Limbah plastik yang terkumpul ada yang diantar langsung oleh warga, sebagiannya dari jemput bola ke rumah-rumah warga.

"Kalau saya, sistemnya jemput bola. Ketika sudah banyak warga yang menelepon dan mengatakan barang mereka sudah banyak, kami mendatangi warga. Tetapi, banyak juga warga yang datang langsung ke sini mengantarkan sampah plastiknya," katanya, Kamis (10/6/2021).

Barang bekas seperti plastik yang sudah banyak terkumpul, sampai di bank sampah milik Fauzi selanjutnya akan dilakukan pemilahan. Pemilahan bertujuan untuk pengelompokan jenis-jenis plastik, sehingga mudah saat  pencacahan.

Dengan keseragaman dan pencacahan maka harga jual limbah plastik ke pihak penampung akan jauh leih tinggi.

"Saya awalnya melihat sampah plastik khususnya, kurang dimanfaatkan masyarakat. Saya sosialisasikan, bila sampah plastik ini bisa menambah penghasilan bila dikumpulkan. Dari situ, warga mulia sadar dan sejak itu mulai banyak warga yang datang atau saya yang datang untuk mengambil plastik dari warga," ungkapnya.

Namun, untuk mendapatkan harga jual plastik yang cukup mahal, berbagai proses harus dilakukan. Sampah plastik yang diterima atau diambil dari masyarakat dikumpulkan menjadi satu dan ditempatkan di bagian pemilahan.

Dari lokasi pemilahan ini, plastik-plastik yang sudah di pilah berdasarkan jenisnya dikumpulkan menjadi satu. Barulah, setelah itu dilakukan pencacahan terhadap plastik-plastik yang sudah dipisahkan berdasarkan sejenis.

"Saya memulai bank sampah tahun 2013. Saya juga sosialisasi kepada masyarakat, agar peduli dengan lingkungan. Salah satunya mengumpulkan sampah plastik dan bisa dijual kembali," ungkapnya.

Setelah di cacah, barulah plastik-plastik ini dimasukan ke dalam karung. Barulah, karung-karung ini disimpan di dalam gudang. Nantinya, setelah terkumpul banyak barulah plastik-plastik ini dibawa ke pengelolaan plastik.  (ardi)

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved