Breaking News:

HNU Minta Pertambangan Ilegal di Desa Tanjung Lalang Berhenti, Akhir 2020 11 Pekerja Tewas Tertimbun

Jelang akhir 2020, 11 pekerja tambang batu bara ilegal di Desa Tanjung Lalang tewas tertimpa material longsor.

ardani
Pj Bupati Muaraenim H Nasrun Umar saat sidak lokasi pertambangan ilegal. 

Laporan wartawan Sripku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Jelang akhir 2020, 11 pekerja tambang batu bara ilegal di Desa Tanjung Lalang tewas tertimpa material longsor.

Beberapa bulan pasca kejadian maut tersebut, terindikasi masih ada kegiatan di lokasi tambang batu bara ilegal yang membuat Pj Bupati Muaraenim, Nasrun Umar, naik pitam.

Padahal sebelumnya sudah dilakukan inspeksi mendadak dan pelarangan, namun ternyata tidak digubris dan dilanggar di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim.

Daftar Wilayah di Banyuasin yang Rawan Karhutla Berdasarkan Data BPBD Sumsel, Mariana Waspada

"Pertambangan batu bara di sana ilegal, saya ulangi illegal ya, tapi tersangkut di dalamnya ada hajat hidup masyarakat.

Namun meski begitu, hentikan dulu aktivitas tambang ilegal ini sampai ada solusi dan jalan keluarnya," ujar pria yang belakangan dikenal dengan sapaan HNU, Kamis (10/6/2021) usai beraudensi dengan pengurus PWI Muaraenim.

HNU menjelaskan, saat ini pihaknya masih mencarikan jalan keluar atau solusi dalam permasalahan pertambangan ilegal ini, bagaimana kedepan bisa menjadi usaha yang legal.

Untuk sementara ini, solusinya apakah bisa melalui BUMDES atau melalui koperasi yang didalamnya memiliki aturan dan ketentuan yang terkoordinasi sesuai aturan yang ada.

"Dengan demikian kegiatan eksplorasinya menjadi legal, masyarakat yang bekerja disini juga bisa tenang," kata HNU.

Kenapa ini musti dilegalkan dan resmi, karena dalam eksplorasi tambang ini membutuhkan kemampuan teknologi dan pemikiran dari orang yang menjadi benar-benar berkompeten dalam bidang ini sehingga.

Presiden Targetkan Indonesia Satu Juta Vaksin per Hari, Dinkes Sumsel: yang Dikirim ke Kita Sedikit

HNU berharap, ke depan tidak diharapkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa sebagaimana yang terjadi selama ini.

"Kita tidak ingin lagi ada korban jiwa akibat kegiatan pertambangan ilegaI. Semua akan dicarikan solusinya. Masyarakat dapat bersabar dan jangan terus melakukan aktivitas seperti ini lagi," tegasnya.

Mengenai adanya keluhan masyarakat yang takut untungnya kecil setelah dilegalkan, lanjut HNU, sebenarnya itu pilihan.

Sebab lebih baik untungnya kecil tapi legal dan aman daripada untungnya besar tefapi ilegal dan tidak aman karena akan berhadapan dengan hukum.

"Syukuri apa yang kita dapat walaupun kecil, sebab itu sudah diatur semua oleh Allah SWT," tutupnya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved