Breaking News:

Dugaan Korupsi Pekan Nasional 2020 di Musi Rawas, Kejari Lubuklinggau Sita Ratusan Kaos Hingga Tas

Barang bukti tersebut diserahkan langsung oleh Catur Handoko didampingi oleh kuasa hukumnya di ruang Pidana Khusus Kejari Lubuklinggau.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel/eko
Unit Pidsus Kejari Lubuklinggau saat memeriksa barang sitaan dari saksi Ketua KTNA Mura Catur Handoko.  

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Kejaksaan Negeri Lubuklinggau menyita barang bukti dugaan kasus korupsi kegiatan Pekan Nasional tahun 2020 yang diduga melibatkan Catur Handoko selaku Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Musi Rawas.

Sejumlah barang bukti yang disita dalam perkara KTNA ini yakni baju kaos olahraga, celana trainning, tas ransel, topi dengan jumlah masing-masing sebanyak 100 pcs.

Barang bukti tersebut diserahkan langsung oleh Catur Handoko didampingi oleh kuasa hukumnya di ruang Pidana Khusus Kejari Lubuklinggau.

Segera Nikahi Lesty Kejora, Ini Profil Lengkap Rizky Billar, Berawal dari Akting Kini Punya 2 Lagu!

Kajari Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir, melalui Kasi Pidsus Kejari Lubuklinggau, Yuriza Antoni, mengatakan barang bukti yang disita tersebut diduga merupakan berkaitan dengan kasus KTNA.

"Barang bukti tersebut kita terima langsung dari ketua KTNA saudara Catur Handoko, baik berupa tas,kaos, topi, training masing -masing jumlahnya mencapai 100 pcs," kata Yuriza pada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Yuriza mengungkapkan, dalam perkara ini Kejari Lubuklinggau juga sudah menyita barang bukti lainnya dari beberapa orang saksi berupa uang tunai senilai Rp 110 juta.

"Untuk sementara perkara ini dalam proses penyidikan umum, harapannya ke depan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumsel segera menyerahkan hasil audit supaya bisa disimpulkan langkah selanjutnya," ungkapnya.

Kajari Banyuasin : Sengaja Membakar atau Lalai Penanganan Karhutla, Korporasi Bisa Diproses Hukum

Yuriza mengatakan, kasus KTNA ini mencuat setelah Kejari Lubuklinggau menerima laporan adanya penyelewengan anggaran hibah KTNA Mura senilai Rp 1, 073 Miliar yang diperuntukan untuk kegiatan Pekan Nasional (PENAS) tahun 2020 di Sumatera Barat (Sumbar).

Namun, diduga kegiatan tersebut batal digelar lantaran adanya Pandemi Covid-19, sementara uang hibah tesebut diduga belum dikembalikan ke kas negara sepenuhnya.

Dalam perkara ini juga, Catur telah tiga kali diperiksa oleh Pidsus kejari Lubuklinggau. Bahkan pada pemeriksaan sebelumnya, Catur sempat menyita perhatian karena membawa tabung oksigen.

Kemudian dalam pemeriksaan dua hari lalu Catur juga dihadirkan diperiksa langsung oleh tim audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumsel di kantor Kejari Lubuklinggau.

"Jadi perkara ini masih penyidikan umum dan tahap pengumpulan barang bukti, sembari menunggu hasil audit BPKP perwakilan Sumsel, dengan demikian anggaran kerugian belum bisa diketahui tapi anggaran KTNA saat itu Rp 1,073 Miliar," tambahnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved