Breaking News:

Cegah Dini Bahaya Karhutla, Forkopimcam Sanga Desa Lakukan Patroli Bersama

Memasuki musim kemarau,forkopincam kecamatan Sanga Desa melakukan patroli bersama mencegah terjadinya bahaya Karhutla

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/fajeri
Forkopimcam Sanga Desa ketika mencoba simulasi pemadaman api karhutla. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Sebelum terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), unsur forkopincam kecamatan Sanga Desa, Muba melaksanakan patroli karhutla bersama, Rabu (9/6/2021).

Kegiatan patroli ini sebagai upaya  dini untuk mencegah terjadinya Karhutla di awal musim kemarau saat ini.

Dipimpin secara langsung Kapolsek Sanga Desa, Iptu Yohan Wiranata SH, bersama Camat Sanga Desa Hendrik, SH, MSi dan pesonil koramil Babat Toman, Ketua PMI Sanga Desa serta kades Kemang, lakukan patroli  mulai dari pagi hari hingga malam hari.

Kapolsek Sanga Desa Iptu Yohan Wiranata mengatakan, rute yang mereka lalui dalam melakukan patroli meliputi wilayah Desa Kemang, Terusan, Macang Sakti dan Ulak Embacang.

"Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Muba merupakan salah satu daerah rawan karhutla. Maka itu kita sisir bebera daerah yang rentan terdapat hotspot," ujarnya.

Lanjutnya, selama patroli pihaknya juga tak lupa melakukan sosialisasi kepada warga agar ikut serta mencegah terjadinya Karhutla.

"Mereka kita arahkan untuk selalu menjaga lahan, salah satu diantaranya adalah tidak membuka lahan dengan cara dibakar," ucap Yohan.

Kapolsek menambahkan, patroli bersama ini adalah upaya mencegah sejak dini dan meminimalisir agar tidak terjadi karhutla di wilayah kecamatan Sanga Desa dan sekaligus sosialisasi memberikan pemahaman kepada masyarakat sebagai salah satu langkah preventif.

"Selain itu kita juga melakukan pengecekan terhadap peralatan karhutla di beberapa perusahaan untuk memastikan bahwa peralatan tersebut masih berfungsi dan dapat dipergunakan," terangnya.

Menurutnya, dalam tugas patroli gabungan ini diperlukan keterpaduan di lapangan karena pada kegiatan ini perlu sinergi antara TNI-Polri serta peran pemerintah Kecamatan maupun aparatur desa dan masyarakat. Karena tugas peranan pada pengendalian karhutla harus ada koordinasi yang baik dalam penanganannya supaya dapat teratasi.

"Masyarakat boleh saja membuka lahan dijadikan kebun tapi dengan catatan jangan gunakan cara membakar karena membahayakan keselamatan jiwa yang dapat menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat sekitar. Tentunya tindakan ini tidak dibenarkan dianggap sebagai pelanggar pidana yang bisa dikenakan sanksi kurungan dan denda, dan jika ada menemukan titik api segerah hubungi kita untuk segera diambil tindakan pemadaman agar tidak meluas," tutupnya. (dho)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved