Breaking News:

Berhentilah Mengejar Cinta Pria yang Suka Ghosting  

Ghosting juga bisa terjadi karena pelaku nggak tahu bagaimana cara mengomunikasikan konflik dan mencari resolusi konflik. Istilahnya balas membahas

Editor: aminuddin
warungsatekamu.org
ilustrasi ghosting 

"Akan lebih mudah dengan cara “menghilang” daripada “menghadapi langsung” karena menghadapi secara langsung akan membutuhkan upaya ekstra dalam memberikan penjelasan, yang dapat juga memunculkan serangkaian konflik-konflik baru," jelas dia.

Ghosting juga bisa terjadi karena pelaku nggak tahu bagaimana cara mengomunikasikan konflik dan mencari resolusi konflik. 

Kondisi ini biasanya diistilahkan dengan “malas membahas” atau “malas ribut”. 

Mereka beranggapan masalah akan terselesaikan sendiri seiring dengan berjalannya waktu. 

Kemungkinan lain, mereka juga merasa nggak nyaman menggantungkan permasalahan. 

Namun demikian, menurut mereka akan lebih mudah bersikap seperti itu daripada harus menghadapinya saat ini.

"Pemicu ghosting adalah adanya perasaan nggak nyaman dalam relasi atau saat ada ketidakcocokan yang nggak bisa dikomunikasikan secara terbuka,"jelasnya.

Meski begitu, Idei menegaskan pelaku ghosting nggak bisa digeneralisasikan. 

Karenanya, disaranakan untuk nggak memberi label pelaku ghosting karena nggak benar-benar mengetahui riwayat kehidupan dan dinamika psikologis pelaku sehingga ia sampai pada perilaku tersebut.

Lebih lanjut Idei menyampaikan bahwa ghosting pada dasarnya adalah penolakan, hanya tanpa finalitas atau ungkapan penolakan itu sendiri.

Halaman
123
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved