Breaking News:

Berita Palembang

Rekam Video Pasien Lagi Mandi, Staf Klinik Kehamilan di Palembang Dituntut 3,5 Tahun Penjara

"Atas perbuatannya, terdakwa dituntut dengan hukuman 3 tahun 6 bulan, denda 200 juta dengan subsidair 6 bulan,"

SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Sidang kasus pornografi atas terdakwa Edi Kurniawan Lulu (23) di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Selasa (8/6/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ada ada saja kelakuan Edi Kurniawan Lulu (23) salah seorang staf klinik kehamilan di Kota Palembang.

Pasalnya, laki-laki ini nekat melakukan perbuatan tak senonoh dengan merekam video di kamar mandi, yang di dalamnya sedang ada seorang pasien wanita tengah mandi.

Perbuatannya tersebut, memaksa dirinya berhadapan dengan majelis hakim dimeja hijau.

Dalam sidang virtual yang diketuai oleh hakim Sahlan Effendi SH MH, di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Selasa (8/6/2021) terdakwa Lulu melakukan perbuatannya secara berulang.

Perbuatan mesumnya itu dilakuakn oleh terdakwa sejak bulan Januari hingga Maret 2020 lalu.

Setidaknya sudah ada sejumlah wanita yang berhasil dia rekam saat sedang mandi di Klinik Kehamilan tempat terdakwa bekerja.

Atas perbuatanya, JPU menuntut terdakwa Lulu dengan pasal 32 Jo pasal 6 UU no 44 tahun 2008 tentang pornografi Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Atas perbuatannya, terdakwa dituntut dengan hukuman 3 tahun 6 bulan, denda 200 juta dengan subsidair 6 bulan," ujar JPU Murni dalam persidangan, Selasa (8/6/2021).

Dalam data dituliskan terdakwa Lulu tergoda saat mendengar suara orang mandi dari ruangan tempat ia bekerja, di sebuah Klinik kehamilan di Kota Palembang.

Tak dapat membendung hasratnya, Lulu pun nekat memanjat dan merekam video seorang yang tengah mandi di samping ruang kerjanya melalui kamera handphone miliknya sendiri.

Video-video hasil rekamannya tersebut, disimpan di laptop miliknya.

Dalam pengakuan terdakwa Lulu, merekam video-video tersebut hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.

Atas tuntutan JPU tersebut, terdakwa Lulu pun mengaku menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya lagi.

"Saya menyesal pak hakim. Mohon keringanan hukumannya," pinta terdakwa pada majelis hakim.

Anggota TNI di Lampung Ditembak, Peluru Tembus dari Tangan Korban ke Paha Istri

Kejati Sumsel Pasang Red Line di Masjid Raya Sriwijaya, Kasi Penkum : Ada Barang Dicuri

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved