Breaking News:

Berita Muratara

GAJAH Liar Kembali Berulah di Muratara, Giliran Sawah Warga Kertasari Diinjak-injak

Kemunculan gajah itu pertama kali diketahui warga di Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, sejak Jumat (21/5/2021) malam, dua pekan lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAD AIZULLAH
Jejak telapak kaki gajah liar ditemukan di sawah warga di Desa Kertasari, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) baru-baru ini. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Sudah dua pekan lebih, seekor gajah liar meneror warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) hingga kini belum pergi dari daerah ini.

Gajah tunggal itu diyakini berasal dari kawasan Hutan Harapan yang dikelola PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) di Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.

Kemunculan gajah itu pertama kali diketahui warga di Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, sejak Jumat (21/5/2021) malam, dua pekan lalu. 

Baca juga: Lama-lama Habis Gedung Ini, Bangunan SD di Muratara Makin Dekat ke Sungai: Ambles Karena Erosi

Baca juga: Bandar Sabu 2 Kg di Muratara Dituntut Seumur Hidup tapi Divonis 15 Tahun, Ini Komentar Kapolres

Gajah tersebut terus berjalan ke desa-desa, bahkan sempat menghebohkan warga ibukota Kabupaten Muratara, yakni di Kelurahan Muara Rupit

Kini terdengar kabar, gajah itu berada di wilayah Desa Kertasari, Kecamatan Karang Dapo, menginjak-injak tanaman padi warga.

"Sawah warga dirusaknya, diinjak-injaknya. Ada sawit dan pisang juga dimakannya," kata Roy, warga setempat, Selasa (8/6/2021). 

Kabid Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, Zazili mengatakan saat ini memang belum ada tindakan penanganan terhadap gajah liar itu. 

Pemerintah daerah bersama tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat hanya sebatas memantau pergerakan gajah. 

Tim ini juga terus siaga untuk mengantisipasi gajah tersebut agar tidak mengamuk dan memasuki perkampungan warga.

Baca juga: Terdakwa Narkoba Asal Muratara Dipenjara 15 Tahun, Pengamat: Ada Hal yang Tak Bisa Dibuktikan Jaksa

Baca juga: Selama Sidang Sopan, Pasutri Bandar Sabu 2 Kg Muratara Lolos dari Hukuman Seumur Hidup

"Kita masih tetap memantau pergerakannya. Untuk tindakan lanjutnya kita harus koordinasi seluruh pihak terkait."

"Apakah nanti kita datangkan gajah pikat untuk menggiring atau kita tembak bius, itu akan kita bahas bersama. Kita juga harus memikirkan anggarannya juga," kata Zazili. 

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak mengusik atau mengganggu keberadaan gajah tersebut.

"Sambil kami memikirkan solusinya, masyarakat kami minta tolong jangan diganggu gajahnya agar tidak terjadi korban," imbaunya. (Rahmat/TS)

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved