Breaking News:

Oknum Kades di Lahat Diduga Pakai Dana Desa untuk Kampanye tahun 2018, Negara Merugi Rp 376 juta

"Bahwa dalam pengakuannya, terdakwa menggunakan dana desa tersebut untuk kampanye pada saat Pileg tahun 2019 Kabupaten Lahat

sripoku.com/chairul nisyah
Sidang tipikor atas terdakwa Antoni di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Senin (7/6/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Oknum Kades Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Antoni (45), menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang Senin (7/6/2021).

Antoni merupakan terdakwa penyelewengan dana desa Kabupaten Lahat tahun anggaran 2018.

Sidang digelar secara virtual diketuai oleh hakim Abu Hanifah SH MH. 

Meggy Wulandari Sebut Putrinya Malu Mirip Ayahnya, Kiwil Protes Mantan Istri, Sindir Peran Orangtua

Sidang kali ini beragenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lahat, Anjasra Karya SH, serta Ariansyah SH.

Dalam dakwaan kedua JPU terungkap bahwa Desa Perangai pada tahun 2018 lalu mendapatkan kucuran dana dari APBN sebesar Rp 964 juta.

"Kuat dugaan terdakwa menyalahgunakan wewenang jabatan selaku Kades, serta telah menghamburkan uang negara untuk kepentingan pribadi, dengan berdalih anggaran yang dicairkannya untuk pembangunan desa," kata JPU Kejari Lahat dihadapan majelis hakim.

Adapun modus yang dilakukan terdakwa yang dikatakan JPU, dengan melakukan pembangunan fiktif berupa fasilitas desa yang salah satunya yakni Pos pelayanan terpadu (Posyandu).

Blak-blakan Sebut Rumah di Jakarta Mahal, Sophia Latjuba Akui Masih Betah Ngontrak, Belum Ada Hunian

"Bahwa dalam pengakuannya, terdakwa menggunakan dana desa tersebut untuk kampanye pada saat Pileg tahun 2019 Kabupaten Lahat dari Partai Demokrat," ungkap JPU.

Untuk itu, sebagaimana dakwaan JPU jumlah kerugian negara yang diakibatkan oleh terdakwa senilai Rp 376 juta.

Atas perbuatannya ini dijerat primer Pasal 2 atau subsider Pasal 3 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia no 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan, terdakwa yang didampingi penasihat hukum Eka Sulastri SH, mengatakan tidak mengajukan keberatan (Eksepsi) dengan dakwaan JPU dan persidangan akan dilanjutkan dengan pembuktian perkara dengan menghadirkan saksi-saksi pada persidangan Senin pekan depan. 

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved