Breaking News:

Berita Palembang

Mengenal Sosok Faisal Fani, Juru Bahasa Isyarat Muda yang Sering Tampil di Pojok Panggung

Sosok Faisal Fani, seorang Juru bahasa isyarat yang sering muncul di pojok panggung setiap kali kegiatan Pemerintahan digelar di Sumatera Selatan

Sripoku.com/Rahmaliyah
Faisal Fani, seorang Juru bahasa isyarat yang sering muncul di pojok panggung setiap kali Kegiatan Pemerintahan digelar di Sumatera Selatan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Sosok Faisal Fani, seorang Juru bahasa isyarat yang sering muncul di pojok panggung setiap kali kegiatan Pemerintahan digelar di Sumatera Selatan. 

Ya, dia menjadi salah satu fasilitator bagi teman-teman penyandang tunarungu yang membantu dalam mendapatkan informasi selama acara berlangsung.

Posisinya sering kali berada di pojok panggung, tugasnya membantu menyampaikan apa yang tengah dibicarakan oleh narasumber melalui gerakan tangan dan mimik muka sebagai bahasa isyarat 

Selain tampil langsung di pojok panggung, Faisal juga sesekali tampil di layar televisi dengan tugas yang sama, yakni sebagai Juru bahasa isyarat

Faisal menceritakan, awal mulai ia terjun sebagai Juru bahasa isyarat setelah ia menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma Palembang.

Dimana di 2016 dibuka kelas program bahasa isyarat yang sampai saat ini telah menjadi mata kuliah utama yang harus diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi. 

"Jurusan ini dibuat khusus untuk melatih mahasiswa Ilmu Komunikasi, yang awalnya ditunjukkan untuk membantu teman-teman tuli, " ujarnya, Jumat (4/6/2021) 

Banyak tantangan, suka dan duka dirasakan Faisal selama bertugas menjadi Juru bahasa isyarat. Diantaranya, terkadang kosakata yang bisa dipahami oleh teman-teman tuli terbatas sehingga harus dibantu dengan pelafalan Alfabet atau gerakan mulut/oral. 

"Seiring perkembangan kosakata, maka kadang untuk menyampaikannya melalui bahasa isyarat itu tidak ada maka harus dibantu pengejaannya dan gerakan mulut," katanya. 

Selama menjadi Juru Bahasa Isyarat, ia mengaku mulai memahami karakter unik dari para teman-teman tuli. Ketika mereka berkumpul maka suasananya sepi dan tak ada suara yang ditimbulkan. 

"Mereka kalau ketawa ada suaranya tapi saat berkomunikasi mereka hanya andalkan bahasa isyarat, " ujar pegawai Biro Humas dan Protokol Sumsel itu. 

Diakui Faisal, jumlah Juru bahasa isyarat di Sumsel masih terbatas. Namun, mereka siap membantu jika ada yang ingin belajar bahasa isyarat karena saat ini ada kelas khusus yang telah dibuka. 

"Di Palembang masih minim, ada yang masih proses belajar saya pun juga masih belajar untuk meningkatkan kemampuan memahami bahasa isyarat, " tutupnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved