Breaking News:

Ada 20 Pisau & Dua Laptop di Kosan Mukhsin Penikam Polisi di Pos Polisi Angkatan 66 Palembang

"Di TKP kita amankan tiga pisau, sedangkan di kosan pelaku kita juga mengamankan ada 20 lebih pisau di sana, unit ponsel dan dua unit laptop,"

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Pelaku penusukan anggota Polisi di Kota Palembang saat berada di lokasi kejadian Pos lantas kawasan Angkatan 66 Palembang, Jumat (4/6/2021) 

SRIPOKU COM, PALEMBANG - Mukhsin, penikam polisi di Pos Polisi Angkatan 66 pada Jumat (4/6/2021), bersikukuh dirinya adalah teroris.

Bahkan, saat diperiksa oleh aparat kepolisian, dirinya mengaku pernah ditahan di Lapas Nusakambangan sebagai napi teroris.

Kini, setelah beberapa kali memintai ketarangan tersangka ditambah dengan pengakuan dari ibunya, pengakuan tersangka sebagai teroris hampir dipastikan hanya bualan belaka.

Sosok Penyiram Air Keras ke Wajah Guru TK di OKU Timur, Kakak Korban Sebut Pelaku Pernah Dipenjara

Akan tetapi, untuk memastikan fakta yang sebenarnya, Polda Sumsel akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadal Mukhsin.

Dirkrimum Polda Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, mengatakan tujuan dari pemeriksaan kejiwaan nanti adalah untuk mengetahui secara pasti kondisi mental dan kejiwaan pelaku.

Lanjut Hisar, dilakukan tes kejiwaan terhadap pelaku karena bersangkutan pernah dirawat pada 2009 hingga 2011 di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang.

Saat pelaku diamankan di lokasi kejadian, Hisar mengatakan, anggota juga mengamankan barang bukti berupa tiga senjata tajam jenis pisau.

Dan saat rumah pelaku digeledah, juga ditemukan puluhan pisau dan beberapa barang elektronik.

"Di TKP kita amankan tiga pisau, sedangkan di kosan pelaku kita juga mengamankan ada 20 lebih pisau di sana, unit ponsel dan dua unit laptop. Saat kejadian saat itu target pelaku memang ingin merebut pistol petugas," bebernya kembali. 

Saya tidak Pernah Siksa Dia Apalagi Mau Membunuhnya, Pelaku KDRT di Banyuasin Sebut Korban Bohong

Terpisah, sedangkan pelaku Mukhsin nekat melakukan aksi penusukan itu karena terobsesi ingin menjadi teroris.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved