Breaking News:

Seorang Dokter Babak Belur Dipukuli Massa dari Pasien Covid-19 yang Meninggal, INDIA Masih Mencekam

India memang tengah mengalami gelombang kedua Covid-19 dan membuat negara hindustan itu porak peronda.

Istimewa
Dr Senapati di India dipukuli massa keluarga dari Pasien korban Virus Corona yang meninggal, para pelaku ditangkap pada Sabtu (5/6/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Gelombang kedua virus Covid-19 di India belum juga reda. Bahkan korban makin banyak berjatuhan.

Kondisi ini membuat warga panik dan gelap mata, saat menyaksikan keluarga mereka meninggal satu persatu karena virus Corona tersebut.

Total sejauh ini, berdasarkan data bahwa Gelombang Covid-19 telah menewaskan 342.000 orang.

Total kerban itu berlangsung dalam delapan minggu dan membanjiri sistem perawatan kesehatan.

Dalam kondisi kritis, ini, baru-baru ini beredar viedoa viral, ada Seorang Dokter Babak Belur Dipukuli Massa dari Pasien Covid-19 yang Meninggal.

Dilansir dari Indian Express, bahwa India Masih Mencekam, video viral tersebut memang benar adanya dan tersebar di sosial media terutama twitter.

Banyak yang memberikan apresiasi akan kesabaran sang dokter, tetapi tak sedikit yang menghujat aksi brutal 24 orang pria yang merpakan keluarga dari pasien Covid-19 yang meninggal.

Kronologi

Adapun kronologisnya, tampak dalam postingan akun twitter Dr Kamal Debnath, bahwa seorang Dokter yang menjadi korban aksi massa Keluarga Pasian Covid-19 yang meninggal itu, merupakan Dr Seuj Kumar Senapati.

Saat itu dia tengah ditugaskan bekerja di klinik khsusu merawat pasien korban Covid-19 atau Virus Corona.

Namun salah seorang pasien Covid-19 meninggal dalam perawatan dan saat itu dia mendapatkan giliran jaga.

Mendengar keluarnya meninggal, massa dari desa di mana keberadaan klinik Assam India, tempat Dr Senapati bertugas itu datang pada Selasa.

Mereka marah dan mendorng Dr Senapati lalu mereka memukuli dan mencambuk serta menedang.

Akibatnya, Dr Senapati pun babak belur dan mengalami luka-luka serius. Sebab Senapati dipukuli pakai pispot, sapu dan cambuk serta beberapa alat lainnya.

Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved