Breaking News:

Berita Palembang

Mabuk Tuak Pengamen di Palembang Todong Siswa SMP di Jembatan Ampera

Benar kita sudah amankan satu pelaku, dan kini masih memburu 3 pelaku lainnya. Di himbau kepada pelaku lainnya sebaiknya menyerahkan diri saja

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Andi Wijaya
Pelaku penodongan di Jembatan Ampera ditangkap jajaran Polrestabes Palembang, Jumat (4/6/2021) 

SRIPOKU.COM, PAlEMBANG - Kurang dari 1 x 24 jam, pelaku penodongan yang beraksi di Jembatan Ampera Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang berhasil di ringkus Satreskrim Unit Pidum dan Tekab 134 Polrestabes Palembang, Jumat (4/6/2021), sekira pukul 01.00.

Tersangka yakni Muhammad Sandi alias Sandi (21) warga bawah Jembatan Ampera Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang, ditangkap petugas usai beraksi menodong korban M Ridwan (19) warga Kelurahan 3 Ilir Kecamatan IT II Palembang, Rabu (2/6/2021), sekira pukul 21.10.

Informasi yang dihimpun, berawal saat korban yakni Ridwan (18), seorang pelajar ditodong saat melintas di Jembatan Ampera Palembang, oleh tersangka Sandi bersama 3 orang tak dikenal mengambil paksa handphone (HP) merek Oppo A37. Kemudian meninggalkan korban sendirian di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum AKP Robert P Sihombing membenarkan telah mengamankan pelaku 365 KUHP yang terjadi di atas Jembatan Ampera.

"Benar kita sudah amankan satu pelaku, dan kini masih memburu 3 pelaku lainnya. Di himbau kepada pelaku lainnya sebaiknya menyerahkan diri saja, cepat atau lambat akan diringkus dan tidak segan untuk diberikan tindakan tegas terukur," tegas Tri.

Barang bukti diamankan berupa kotak hp merek Oppo.

"Setelah di interogasi pelaku mengakui perbuatannya, dan diamankan barang bukti kotak Hp. Untuk pelaku akan diterapkan pasal 365 KUHP ancaman kurungan diatas 5 tahun," jelasnya.

Sedangkan, tersangka Sandi mengaku kalau dirinya saat kejadian dari rumah hendak mengamen, lalu tiba di bawah Jembatan Ampera bertemu dengan tiga orang tak dikenal.

"Saya dipanggil seorang laki laki tidak saya kenal, mengajak saya minum minuman keras (tuak), lalu saya diminta uang sebesar Rp 13 ribu dan saya kasihkan uang kepadanya lalu lima menit kemudian kami minum tuak," kata pengamen jalanan ini.

Lanjutnya, saat pamit hendak pergi, kembali ia di rangkul orang tersebut sambil berkata "kagek Bae kau balek, rewangi aku cari duit" iya. "Saya takut saat itu jadi saya menjawab "ia kak," ungkapnya.

Lanjut Sandi, lalu mereka naik ke Jembatan Ampera lalu melihat korban melintas.

"Itu nah kerjakan ada korban lewat" katanya memerintah saya.

"Jadi saya langsung mendekati korban, lalu pura pura mengajak berkenalan dan langsung saya cekik lehernya. Korban saya duduki, lalu datang pelaku lain memukul kepala korban, dan satu pelaku lain mengambil HP korban, lalu kami lari semua," ungkapnya. (Diw).

Cekik Leher Pegawai Toko, Penodong di Banyuasin : Jangan Teriak Nanti Kubunuh

Dikira Buaya Ternyata Kayu, Buaya Muncul Benaran Mangsa IRT, Anak Selamat : Mamak

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved