Mengenal Lokomotif Uap di Lubuklinggau, Saksi Bisu Perjuangan Indonesia Melawan Penjajah Belanda

Lokomotif uap ini tertulis kode C3082 di bagian moncongnya, ada dua lengkungan menyerupai telinga kelinci berwarna merah dilingkari lis putih.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel/eko
Para pekerja sedang mereparasi lokomotif uap yang disimpan jadi benda bersejarah di Museum Sub Komando Sumatera Selatan (Subkoss) Garuda Lubuklinggau Sumsel, Kamis (3/6/2021).  

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Lokomotif uap pertama yang menarik gerbong kereta api dari Palembang masuk ke Lubuklinggau pada tahun 1933 silam kini kembali direparasi.

Lokomotif tua tersebut ada di Museum Sub Komando Sumatera Selatan Garuda di Lubuklinggau.

Keputusan untuk mereparasi lokomotif uap ini lantaran warna cat yang sudah memudar.

Tampak dua orang pekerja mengamplas ulang satu demi satu bagian-bagian dari lokomotif uap pertama di Sumsel ini sebelum dilakukan pengecatan ulang.

Jarang Diekspose Meski Tinggal Serumah, Ini Sosok Ayah Tiri Ashanty, 10 Tahun Muda dari Mendiang Ibu

Lokomotif uap ini tertulis kode C3082 di bagian moncongnya, ada dua lengkungan menyerupai telinga kelinci berwarna merah dilingkari lis putih.

Lokomotif uap tua yang menggunakan tenaga mesin uap ini, diletakkan dalam pagar besi beratap seng, di sisi kiri museum dekat pintu masuk.

Penggiat Sejarah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Musi Rawas Utara, Suwandi Syam (74) mengaku sangat senang kereta tersebut direparasi, mengingat sebagian cat kereta itu sudah mulai memudar karena termakan zaman.

"Rencananya warna catnya akan kita kembalikan lagi seperti cat warna aslinya, yakni warna hitam," kata Suwandi, Kamis (3/6/2021).

Sebagian besar warga Lubuklinggau pernah melihat lokomotif uap ini dan kerap dijadikan sebagai latar belakang untuk berfoto atau berselfie ria, baik oleh warga Lubuklinggau maupun dari daerah lain yang berkunjung ke museum ini.

"Harapannya dengan dicat sama persis seperti aslinya masyarakat khususnya generasi muda bisa melihat dan tahu perjuangan kereta uap itu," ungkapnya.

2 Pria di Lubuklinggau Ditangkap Polisi Diduga Edarkan Sabu, Ada yang Jadikan Rumah Tempat Transaksi

Meski hampir setiap hari dilihat oleh masyarakat yang lalu lalang atau pun sengaja berkunjung ke museum, namun jarang yang paham sejarah lokomotif uap di Lubuklinggau ini.

"Kereta ini buatan Belanda, saat itu hanya ada dua di Malaysia dan Jakarta, dibawa ke Jakarta tahun 1929, lalu dibawa ke Lubuklinggau tahun 1933 serentak dengan Lubuklinggau diresmikan jadi Under Affdeling Musi Ulu oleh pemerintah Belanda," katanya

Ia mengungkapkan, sejak saat itu kereta itu dijadikan sarana transportasi darat pertama untuk mengubah jalur transportasi sungai yang selama ini digunakan oleh masyarakat dan Belanda kala itu.

"Saat itu kereta itu dijadikan sebagai sarana transportasi membawa kebutuhan pokok karena jalan belum ada, jadi kalau ke Palembang dulu naik kereta itu," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved