Breaking News:

16 PESAWAT Militer China Terlacak Radar, Menyusup di Langit Malaysia: Terbang Tanpa Izin

pesawat militer China (PLAAF) terdeteksi oleh Radar Pertahanan Udara Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF), dari Pusat Pertahanan Udara

Editor: Wiedarto
Facebook/tentera Udara Diraja Malaysia via channelnewsasia
Pesawat Militer China yang teridentifikasi Luyshin LL-76 diusir pesawat tempur Malaysia saat terdeteksi memasuki wilayah udara mereka, Senin (31/5/2021). 

SRIPOKU.COM, MALAYSIA--Pemerintah Malaysia resmi memprotes soal pelanggaran udara yang dilakukan oleh China. Sebanyak 16 pesawat militer China memasuki wilayah udara Malaysia.

Kejadian itu terjadi pada Senin (31/5/2021), sekitar pukul 11.53 pagi waktu setempat.
Panglima Angkatan Udara Malaysia, Jenderal Tan Sri Ackbal Abdul Samad, menilai kejadian tersebut sebagai masalah serius.

Aktivitas itu dianggap mengancam kedaulatan negara dan keamanan penerbangan berdasarkan kepadatan lalu lintas udara di saluran udara di dalam wilayah udara nasional “Negeri Jiran”.

Ackbal menerangkan penerbangan pesawat militer China (PLAAF) terdeteksi oleh Radar Pertahanan Udara Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF), dari Pusat Pertahanan Udara (CRC 2) di Sarawak.

Pesawat tersebut terdeteksi terbang dalam formasi taktis “in trail” pada jarak 60 mil laut, satu sama lain.

Formasi panjang terbang dengan paten dan arah yang sama, menggunakan satu titik masuk dan keluar dari jalur lintasan itu.

“Mereka kemudian diketahui telah mengubah arah penerbangan di wilayah udara Beting Patinggi Ali, yang merupakan wilayah penting negara (Malaysia),” katanya kepada Harian Metro.

Pesawat-pesawat tersebut terdeteksi terbang pada ketinggian antara 23.000 kaki hingga 27.000 kaki dengan kecepatan 290 knot melalui wilayah udara Singapura sebelum memasuki wilayah udara Malaysia.

Pesawat-pesawat itu kemudian terbang mendekati 60 mil laut di lepas pantai Sarawak, yang dikhawatirkan mengancam kedaulatan negara Malaysia.

“RMAF telah menyiapkan pesawat Hawk 208 dari Skadron No 6, Pangkalan Udara Labuan untuk siap jika perlu dikerahkan melalui Operasi Suspek RMAF,” terang Panglima Angkatan Udara Malaysia, melansir World Buzz pada Rabu (2/6/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved