Oknum Kades Hentikan Pembangunan Exit Tol Prabumulih, Minta Pihak Kontraktor Bayar Insentif

Diduga berkaitan permintaan insentif, Kades Karanganmenghentikan pekerjaan proyek jalan tol zona 6 exit tol Prabumulih

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Sejumlah kendaraan alat berat terparkir tidak melakukan aktifitas di zona 6 exit tol Jalan Baturaja - Prabumulih tepatnya di Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Oknum Kepala Desa (Kades) Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih memberhentikan paksa pengerjaan proyek jalan tol tepatnya di zona 6 exit tol di Prabumulih.

Penyetopan pekerjaan tersebut diduga karena pihak  PT Tembesi Bangun Perkasa selaku sub kontraktor (Subkon) pengerjaan proyek, tidak memenuhi memberikan permintaan insentif Rp 13,5 juta per bulan dengan rincian Rp 5 juta untuk oknum kepala desa, dan sisanya untuk para perangkat desa.

Sang oknum kades inisial SS mengancam sempat mengancam pihak perusahaan agar tidak merekam atau mendokumentasikan aksinya melakukan penutupan pengerjaan proyek.

Burhanudin selaku Operasional Manajer PT Tembesi Bangun Perkasa mengungkapkan jika pihaknya menyetop pengerjaan peoyek exit tol lantaran kades Karangan memberhentikan dan melarang pekerja proyek jalan tol zona 6 exit tol Karangan bekerja.

"Dengan penutupan ini tentu menghambat progres pekerjaan proyek jalan tol. Penghentian proyek ini akan terus berlanjut hingga isentif oknum kepala desa dan perangkat desa itu dibayarkan," beber Burhanudin kepada wartawan.

Selain tuntutan uang itu, kata Burhanudin, oknum kades tersebut memaksa pihak perusahan menerima pekerja lokal.

Padahal PT Tembesi Bangun Perkasa telah mempekerjakan 60 persen pekerja lokal asal Desa Karangan, Kota Prabumulih.

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

"Pekerja lokal sudah mencapai 60 persen dari total pekerja 23 orang dan saat ini perusahaan belum membutuhkan tambahan tenaga kerja lagi," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangan Salyadi Susanto ketika delapan kali dikonfirmasi wartawan melalui telpon dengan nomor 08127124XXXX tidak mengangkat dan memberikan jawaban.

Begitupun ketika dihubungi dan dikirim Short Massage Service (SMS), yang bersangkutan tidak membalas untuk memberikan jawaban.

Terpisah, Camat Kecamatan RKT, Satria Karsa ketika dikonfirmasi mengaku dirinya tidak tahu terkait persoalan tersebut dan pihak perusahaan tidak pernah ada koordinasi untuk meminta dimediasi tentang persoalan itu.

"Kita tidak tau masalah itu dan kita tau dari media online kalau sebelumnya ada pertemuan antara kades dan perusahaan, mengenai masalah maupun apa hasilnya saya tidak tau," katanya.

Camat RKT mengaku berkaitan proyek tol pihaknya sangat mendukung dan berharap pihak-pihak perusahaan dalam mengerjakan proyek tetap memperhatikan fasilitas umum.

"Dalam artian kalau ada debu agar disiram dibersihkan sehingga tidak mengganggu masyarakat apalagi proyek kan tak jauh dari pemukiman, proyek tetap lanjut tapi kepentingan masyarakat juga jangan terganggu, itu saja kalau dari kita," tuturnya.

Untuk diketahui, pengerjaan jalan tol Indralaya-Prabumulih dan Prabumulih-Muaraenim terus berlanjut dilakukan oleh perusahaan pemenang tender dan subkontrak.

Untuk pintu keluar tol di kota Prabumulih sendiri rencananya akan dibangun di desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah kota Prabumulih.(eds)

Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved