Breaking News:

Berita Pagaralam

HUTAN Lindung Kawasan Rimba Candi di Pagaralam Berubah Jadi Lahan Kebun Kopi, Ini Penampakannya!

Kepala KPH X Dempo, Hery Mulyono mengatakan, bahwa hal in diketahui setelah ada informasi dari laporan dari masyarakat yang langsung ditindaklanjuti

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Wawan Septiawan, Handout
HUTAN LINDUNG : Tampak kondisi Hutan Lindung dikawasan Rimba Candi yang sudah beralih fungsi menjadi kebun kopi. 

Laporan wartawan Sripoku.com,

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Kesatuan Perlindungan Hutan (KPH) wilayah X Dempo menemukan seluas 40 hektare lahan hutan lindung Gunung Patah di wilayah Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah beralih fungsi menjadi kebun kopi.

Hal ini ditemukan pihak KPH X Dempo saat timnya melakukan peninjauan kelokasi berdasarkan laporan dari masyarakat.

Benar saja, saat tiba di lokasi pihak KPH X Dempo menemukan hutan lindung yang telah menjadi lahan kebun Kopi.

Kepala KPH X Dempo, Hery Mulyono mengatakan, bahwa hal in diketahui setelah ada informasi dari laporan dari masyarakat yang langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi kawasan hutan lindung.

"Saat mendapat laporan itu, kami bersama Polhut langsung kelokasi.  Dilokasi memang sudah banyak hutan lindung yang menjadi lahan kopi. Bahkan kami mendapti sudah sejumlah pondok tinggal disana," ujarnya.

Diperkirakan sekitar 40 hektar hutan lindung sudah beralih fungsi menjadi kebun  kopi. Bahkan kondisi hutan lindung sudah gundul.

"Saat melihat ini kita langsung melakukan tindakan tegas dengan merobohkan semua pondok dan mencari siapa pelaku perusak hutan tersebut," tegasnya.

Namun, saat petugas melakukan penyisiran di lokasi perambahan tersebut, petugas tidak menemukan pelaku perusak hutan.

"Sepertinya mereka sudah tahu jika petugas akan ke lokasi jadi kita tidak menemukan pelaku disana," katanya.

Terkait hal ini pihak KPH X Dempo langsung mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh masyarakat Pagaralam bahwa berdasarkan UU Kehutanan nomor 41 tahun 1999 masyarakat dilarang mengerjakan atau menggunakan dan menduduki kawasan hutan lindung secara tidak sah atau melakukan perambahan.

"Masyarakat dilarang melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan lindung dengan radius jarak 100 meter dari kiri kanan hutan lindung serta tidak boleh membakar hutan, melakukan aktivitas penambahan jika tidak ada izin dari pejabat sekelas menteri," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved