Breaking News:

Berita Prabumulih

Dilarang Ambil Air Sumur, Nenek di Prabumulih Gigit Tetangga, Luka 10 CM Menganga di Tangan Korban

Kejadian itu bermula ketika pada Senin (24/5/2021) sekira pukul 09.00 pelaku hendak mengambil air di sumur milik Sudar.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Edison
Lasimin seorang nenek yang tega mengigit tetangganya hingga terluka di tangannya, Sabtu (29/5/2021) 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Ratiem nenek berusia 63 tahun nekat mengigit tetangganya, karena gara-gara tak diperbolehkan mengambil air sumur. Akibatnya pemilik sumur mengalami luka robek selebar 10 cm di tangannya, dan dilarikan ke rumah sakit.

Pelaku yakni Warga Jalan Relly TVRI RT 001 RW 002 Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel)

Sedangkan korban Sudar (55), merupakan warga Dusun IV Desa Danau Rata Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muaraenim Sumsel.

Akibat ulahnya tersebut Ratiem terpaksa berurusan dengan polisi dan ditahan di sel tahanan Mapolsek Cambai.

Peristiwa tersebut terjadi di depan rumah pelaku di Perumnas Griya Medang RT 01 RW 09 Kelurahan Sungai Medang Kecamatan Cambai kota Prabumulih pada Senin (24/5/2021) sekira pukul 09.00.

Kejadian itu bermula ketika pada Senin (24/5/2021) sekira pukul 09.00 pelaku hendak mengambil air di sumur milik Sudar.

Melihat itu, Sudar kemudian mengatakan kepada pelaku agar jangan mengambil air di sumur miliknya dikarenakan air di dalam sudah sedikit.

Mendengar perkataan korban yang melarang mengambil air tersebut, pelaku tidak senang hingga terjadi ribut mulut antara pelaku dan korban.

Kesal dengan korban, pelaku lalu menarik tangan kanan korban dan langsung menggigitnya hingga mengakibatkan tangan korban mengalami luka menganga selebar lebih kurang 10 cm.

Tak terima dengan apa yang dilakukan pelaku, Sudar bersama keluarga lalu melapor ke Polsek Cambai kota Prabumulih.

"Mendapat laporan itu kita langsung datangi lokasi kejadian, lakukan pemeriksaan dan mediasi namun kemudian pelaku terpaksa kita amankan di kediamannya," ungkap Kapolsek Cambai, IPTU Bratanata SE didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Nendri SH ketika dikonfirmasi pada Jumat (28/5/2021) malam.

Atas perbuatannya itu, Ratiem akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun.

"Peritiwa itu terjadi karena minta air di sumur korban dan tidak diperbolehkan, pelaku malah marah dan gigit tangan korban hingga koyak," katanya.(eds)

Di Mata Najwa, Pengakuan Satu-satunya Penyidik KPK yang Tangani Kasus Harun Masiku, Terancam Dipecat

PDI-P Tutup Pintu Berkoalisi dengan PKS & Demokrat, Ini Respon Petinggi 2 Partai di Sumsel

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved