Breaking News:

Nasabah Tidak Perlu Khawatir, BSI Pastikan Migrasi Tidak Akan Ganggu Layanan Perbankan

Penyatuan sistem layanan seluruh wilayah kerja BSI tidak bakal mengganggu layanan pda nasabah. Nasabah tidak perlu khawatir akan sulit bertransaksi

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Kantor Bank Syariah Indonesia Cabang Demang Lebar Daun 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bank Syariah Indonesia (BSI) memastikan tidak ada gangguan layanan perbankan, selama proses penyatuan sitem layanan (roll out) sistem perbankan pada tanggal 21 Juni 2021.

Penyatuan sistem layanan perbankan seluruh wilayah kerja BSI Regional 3 Palembang ini mencakup migrasi rekening nasabah, kartu ATM hingga mobile dan internet banking dan ditargetkan selesai satu bulan.

"Jika banyak kabar atau informasi yang mengatakan layanan bakal terganggu karena migrasi itu tidak benar," ujar Area Manager BSI Palembang, Luthfi Bukhari, Kamis (27/5/2021).

Lutfi mengatakan selama proses migrasi, sahabat yang menjadi nasabah bank asal yakni BRIS, BSM, BNIS serta Bank Mandiri, BRI dan BNI yang sudah beralih ke rekening syariah tidak perlu khawatir akan sulit bertransaksi.

BSI menjamin, Sahabat masih dapat menggunakan kartu ATM dan buku tabungan yang dimiliki sampai dengan cabang terkait berubah menjadi kantor cabang yang sudah terintegrasi.

Nasabah juga dapat menggunakan jaringan ATM dari masing-masing bank asal, maupun ATM dari jaringan yang bekerja sama, yakni jaringan ATM Prima, ATM Bersama, dan GPN.

"BSI telah melakukan pelatihan, peningkatan kemampuan teknologi informasi hingga memastikan data nasabah yang akan dilakukan migrasi," ujar Lutfi.

Jadi, Nasabah bank asal secara bertahap akan dihubungi oleh BSI untuk melakukan migrasi rekening ke Bank Syariah Indonesia untuk mendapatkan buku tabungan dan kartu ATM baru.

Tercatat ada 700 ribu nasabah eks bank Syariah yakni BNI Syariah, BRI Syariah dan yang akan dilakukan migrasi ke sistem Bank Syariah Indonesia (BSI). Total ada 1,9 juta nasabah BSI di seluruh regional 3 BSI Palembang yakni 1,2 juta nasabah eks BSM dan sisanya 700 ribu nasabah eks BRI Syariah dan BNI Syariah.

Sistem perbankan yang digunakan oleh BSI ini menggunakan sistem perbankan BSM sehingga nasabah eks BSM sebenarnya tidak perlu mengganti ATM dan buku tabungan juga mobile banking karena memang masih menggunakan yang lama. Sehingga migrasi ini ditekankan hanya pada nasabah eks BNI Syariah dan BRI Syariah saja.

Migrasi mengharuskan mencakup seluruh aspek mulai dari hal-hal identitas seperti logo, desain brand, hingga hal-hal substansial operasional seperti perubahan buku rekening, perubahan kartu ATM, hingga mobile banking dan internet banking.

Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan, para nasabah bisa melakukan migrasi rekening dengan dua cara, yaitu dengan cara daring atau dengan menggunakan aplikasi BSI Mobile maupun hadir langsung ke kantor cabang Bank Syariah sebelumnya.

Migrasi datang langsung ke kantor cabang, nasabah diminta datang ke kantor cabang BSI terdekat yang sudah melakukan rol out untuk melakukan penggantian buku tabungan dan ATM. Syaratnya mudah cukup membawa KTP, buku tabungan lama dan ATM lama. Penggantian buku tabungan dan ATM diestimasikan memakan waktu hingga 5 menit saja dan gratis.

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi kantor cabang BSI terdekat atau melalui call center 14040.(tnf)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved