Berita Palembang
Ingin Hindari Macet Parah di Jalan Soekarno Hatta Palembang? Ada 3 Pilihan Jalan Alternatif, Ini Dia
Kemacetan lalu lintas kendaraan dari Lampu Merah Flyover Simpang Bandara ini mencapai 1 km lebih hingga ke U-turn Jl Soekarno Hatta depan RM Palapa
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ratusan unit kendaraan terus bergantian tumplek terjebak kemacetan panjang di Jalan Soekarno Hatta Palembang Sumatera Selatan dari arah Musi 2 menuju lampu merah di Flyover Simpang Bandara SMB II Palembang pada jam padat seperti yang terjadi Kamis (27/5/2021) pukul 09.00.
Dari pengamatan Sripoku.com, banyaknya volume kendaraan terutama kendaraan berat seperti angkutan material tanah, pasir, batu, mobil molen, bus di waktu yang bersamaan menambah kemacetan panjang.
"Sudah langganan macet di sini pak. Idak cuma pagi hari, siang atau sore jugo men nak macet, tetep macet tulah," ungkap Junai, salah seorang pengendara yang terjebak kemacetan lalu lintas.
Kemacetan lalu lintas kendaraan dari Lampu Merah (traffic light) Flyover Simpang Bandara ini mencapai 1 km lebih hingga ke U-turn Jalan Soekarno Hatta depan RM Palapa.
Tidak sedikit pengendara yang mencoba mendahului kemacetan kendaraan dengan menerobos bahu kiri jalan tanah.
Ada pula yang tak tahan antrean kemacetan dengan berbelok ke jalan alternatif seperti Jalan Jepang Pondok Pindang Tirta Anugerah ataupun Jalan Hasanuddin menerobos ke Maskarebet Jalan Poros Drs H Dahlan HY untuk ke arah Km 12.
Beberapa pengendara lainnya berpendapat agar menghindari jalan ini yang sudah terkenal langganan macet.
"Kalau tidak terpaksa mesti lewat sini, sebaiknyo lewat jalan lain bae pak. Kalo lagi apes, apolagi pengendara yang dak sabaran buntui jalur kiri, nah sudahlah itu macet dak sudah-sudah," kata Rasyid.
Ia juga berharap agar di waktu-waktu jam padat volume kendaraan yang melintas, sebaiknya ditempatkan petugas pengatur jalan agar lalu lintas tetap lancar.
Kadishub Kota Palembang Agus Rizal AP MSi yang dimintai komentarnya terkait upaya Dishub untuk mengurai kemacetan akibat besarnya volume kendaraan yang melintas.

"Untuk mengurai kemacetan di sepanjng Jl Lingkar Barat dengan melakukan optimalisasi pengaturan siklus pengaturan waktu disetiap persimpangan melalui program ATCS (Area Traffic Control System) dan untuk keselamatan lalu lintas jalan," ujar Agus Rizal.
"Sekarang sedang dilakukan perbaikan jalan ring road/lingkar barat melalui program KPBU dari BPJN Sumsel sehingga kondisi jalan memenuhi ketentuan laik jalan," jelas Agus Rizal.