Breaking News:

Berita Sriwijaya FC

Hendri Zainudin: Manajemen SFC Babak Belur Terdampak Pandemi, Bikin Terobosan Gaet Sponsor

Manajemen Sriwijaya FC  berupaya  melakukan berbagai terobosan demi menggaet sponsor dan investor untuk bergabung dan membantu pendanaan tim

sripoku.com/odi
Presiden SFC, Hendri Zainuddin saat bertemu youtuber kenamaan Atta Halilintar beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Presiden Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin dampak pandemi membuat manajemen Laskar Wong Kito  "babak belur" di dalam mencari pendanaan klub kebanggaan masyarakat Sumsel.

Namun manajemen Sriwijaya FC  berupaya  melakukan berbagai terobosan demi menggaet sponsor dan investor untuk bergabung dan membantu pendanaan tim untuk mengarungi Kompetisi Liga 2 Indonesia. 

Dengan kondisi keuangan yang sedang sulit, Hendri Zainudin melakukan upaya penjajakan dengan beberapa calon investor seperti Atta Halilintar, Baim Wong dan teranyar ustadz kondang Yusuf Mansur mengaku kepincut dan siap berinvestasi di Laskar Wong Kito. 

"Kita tidak ingin terus terpuruk, kita harus terus bergerak cari terobosan baru," katanya, Selasa (25/5/2021). 

Dijelaskan mantan Anggota DPD RI ini, pada era tahun 2004-2009 permasalahan keuangan tidak masalah bagi Elang Andalas, sebab pada masa itu Sriwijaya FC mendapatkan subsidi bantuan dari Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD) Sumsel hingga Rp 17 Miliar. 

Namun, memasuki tahun 2009 sampai saat ini Sriwijaya FC tak lagi mendapatkan subsidi dan terkait masalah keuangan harus secara mandiri sebagai klub sepakbola profesional. 

Dengan kondisi demikian, tidak heran SFC sering kesulitan keuangan apalagi ditengah Pandemi Covid-19 yang membuat berkurangnya  sponsor yang masuk. Kendati ada sponsor yang masih setia membantu Sriwijaya FC seperti Bank Sumsel Babel dan beberapa BUMD lainnya. 

Para sponsor konvensional pun saat ini diakui Hendri juga tidak terlalu jor-joran, mengingat kondisi Pandemi Covid-19 serta belum jelasnya kompetisi Liga Indonesia. 

"Sriwijaya FC sudah sukses, cuma sekarang terkendala masalah finansial. Kita tidak ingin terus-terus tiap tahun meninggalkan hutang. Maka itu kita harus terus bergeak mencari sponsor," tegasnya. 

Menurutnya, jika Sriwijaya FC hendak lolos ke Liga 1 Indonesia pada tahun ini, setidaknya manajemen harus memiliki anggaran Rp 20 miliar. Dimana Rp 10 miliar untuk pemain dan sisanya untuk biaya operasional tim. 

Dengan dana yang dibutuhkan cukup besar tersebut, tidak heran jika manajemen SFC terus bermanuver mencari sumber dana dari sponsor dan para investor. 

Hal ini pun juga banyak dilakukan tim-tim di Liga 2 yang menggaet investor berduit seperti Persis Solo sahamnya dibeli Kaesang, Rans Cilegon yang diakuisisi artis kenamaan Raffi Ahmad hingga PSPS Pekanbaru yang kedatangan investor asal Malaysia. 

"Doakan saja semoga ada investor yang cocok. Selain itu, kita juga rutin berdoa ke pesantren meminta doa para santri," jelas Hendri. (Oca) 

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved