Khofifah Dipolisikan

Khofifah Dipolisikan terkait Pesta Ulang Tahun, Aktivis 98 Surabaya: Sungguh Memalukan

Masalah prokes membuat beberapa elemen masyarakat me­radang karena ada indikasi ketidak-adilan dalam penerapannya.

Editor: Salman Rasyidin
Kompas.com/A Faizal
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa. Penjelasan di bawah ini semoga dapat memberikan info yang terlanjur terdistorsi," terang Khofifah

Khofifah menyebut berita-berita yang muncul kemudian dinilainya cenderung tidak faktual dan tidak obyektif.

"Tidak ada lagu ulang tahun, tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer, juga tidak ada potong kue tar ultah," tulisnya.

Khofifah menerangkan, dalam kegiatan itu juga  ada santunan yatim dan Salawat Nabi terdiri dari 10 anak yatim dan dua orang tim salawat dengan enam orang rebana.

"Setelah selesai mereka makan terus pulang."

Kegiatan juga diisi penyerahan buku penanganan Covid-19 karya Dr. Suko Widodo dari Universitas Airlangga Surabaya.

Yang hadir di acara itu adalah wakil gubernur (tanpa istri), gubernur tanpa putra, pelaksana harian sekretaris daerah provinsi dan beberapa pejabat organisasi perangkat daerah tanpa pendamping sebanyak 31 orang.

"Ada band yang biasa dipakai latihan OPD, dan ada Katon Bagaskara karena 18 Mei sedang ada giat di Surabaya. Katon juga kawannya Pak Sekda," tulis Khofifah.

Khofifah juga memberikan klarifikasi untuk jasa katering yang sebelumnya disebut disediakan oleh pengusaha catering nomor wahid di Surabaya.

"Perihal catering yang katanya nomor satu itu adalah Sono Kembang, yang biasa menjadi langganan Grahadi setiap ada tamu," jelasnya,

Adapun tentang lokasi di halaman luar rumah dinas, kata Gubernur Khofifah, mampu memuat 1.000 orang, dan jika ditambah samping mencapai 1.500 orang.

Tetapi yang hadir saat itu, dia menegaskan, hanya 31 orang plus 10 anak yatim, serta delapan orang tim selawat dan rebana.

"Angle yang diambil terkesan berkerumun saya mohon maaf, tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah, jauh dari tradisi saya. Posisi berdiri adalah posisi jelang bubaran karena pada dasarnya undangan duduk, kecuali tim katering dan bagian umum," tulisnya.

Meski demikian, Khofifah meminta maaf jika video yang beredar seolah tidak memperhatikan protokol kesehatan, padahal ditegaskannya tidak benar sama sekali.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved