Breaking News:

Kebijakan Ekspansif Konsolidatif APBN Belum Mampu Genjot Kontraksi Ekonomi 

Kita tahu bahwa pandemic covid-19 ini bukan hanya menyebabkan masalah kesehatan dan ma­salah sosial saja.

Editor: Salman Rasyidin
Kebijakan Ekspansif Konsolidatif APBN Belum Mampu Genjot Kontraksi Ekonomi 
ist
Anugrahani Prasetyowati S.ST. Msi 

Oleh: Anugrahani Prasetyowati S.ST. Msi 

Analis Anggaran Muda BPS Provinsi Sumatera Selatan

Kita tahu bahwa pandemic covid-19 ini bukan hanya menyebabkan masalah kesehatan dan ma­salah sosial saja. Namun masalah yang ditimbulkan menjalar dan merembet ke masalah e­ko­nomi yang sangat kompleks.

Adanya masalah yang kompleks ini menimbulkan tekanan pada ki­nerja APBN yang menyebabkan penerimaan APBN yang didominasi oleh penerimaan dari per­pajakan menjadi berkurang.

Banyak sektor swasta tidak dapat membayar pajak karena un­tuk bertahan saja sudah sangat sulit di masa pandemic ini.

Sehingga, pemerintah menge­lu­ar­kan kebijakan relaksasi pajak bagi perusahaan swasta.

Pendapatan APBN berkurang, sementara itu pengeluarannya semakin bertambah karena APBN harus memikirkan 2 (dua) hal penting yaitu penanganan covid-19 dan pemulihan eko­no­mi nasional (PEN).

Hal inilah yang menjadikan gap pembiayaan negara semakin melebar se­hingga defisit anggaran menjadi semakin besar.

Dalam kondisi normal, menurut amanat un­dang-undang defisit APBN tidak boleh lebih dari 3 persen PDB.

Namun untuk kondisi saat ini di masa pandemic seperti sekarang ini defisit APBN mencapai lebih dari 6 persen PDB.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved