Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Cerita Dunadi, Pembuat Patung Bung Karno (2-Habis): Dukanya, Saya Tidak akan Pernah Puas

Total butuh waktu hampir 4,5 bulan mengerjakan patung Bung Karno di Lemhanas dengan dibantu 3 seniman lainnya dan 40 orang di studio.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUNNEWS
Dunadi, seorang pematung berpose di studio dengan karya patung yang dibuatnya. 

Dunadi (60) diminta untuk membuat patung Bung Karno dengan tinggi 4 meter di area halaman Lemhannas, Jakarta Pusat. Sejumlah proses perlu dilalui dalam pembuatan monumen tersebut, termasuk berdiskusi dengan eks Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Total butuh waktu hampir 4,5 bulan mengerjakan patung Bung Karno di Lemhanas dengan dibantu 3 seniman lainnya dan 40 orang di studio. Berikut petikan wawancara Tribun Network bersama Dunadi.

==============

Sebelum patung itu jadi apa saja yang didiskusikan?
Saya berdiskusi dengan Pak Rudy, sama Pak Hasto memberi masukan-masukan. Tapi saya tetap laporan wajahnya kayak gini Bu (Megawati), oh kalau bagus saya jalan. Proses step by step, kita selalu lapor, dan ada masukan, lalu kita visualisasikan.

Berapa lama proses pembuatan patung Bung Karno?
Beratnya hampir 2 ton. Tinggi patungnya 4 meter. Sama dudukannya 5 meter. Saya kerjakan hampir 4,5 bulan.

Itu saya kerjakan senimannya yang membantu itu 3. Ya sekitar tim saya semua di studio ada 40an orang sampai proses pengecoran.

Sudah berapa patung yang Anda buat?
Pengalaman bikin Bung Karno hampir 15 patung. Saya yang paling banyak itu patung Bung Karno, Pak Jenderal Soedirman. Kalau total, banyak sekali dari tahun 1988, banyak sekali. Sekarang sudah banyak sekali di studio. Sampai mau buat museum.

Karena proses itu kan' ada modelnya atau matrasnya. Kalau monumen 60an, kan' ada patung untuk monumen, museum, masterpiece, dan yang kecil-kecil. Banyak sekali.

Masterpiece itu patungnya macam-macam, saya punya karakter sendiri, tetap realis tapi ekspresif.

Suka duka selama membuat patung?
Sebenarnya saya menciptakan seni patung apalagi berkarya itu, sukanya tetap kita happy. Dukanya saya tidak akan puas. Kalau kita berkarya merasa puas berarti stuck. Tetap ada kekurangan terus.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved