Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Cerita Dunadi, Pembuat Patung Bung Karno (1): Ada Angka-angka 'Keramat' di Balik Patung

Namun sebelum membuat monumen Bung Karno, kata dia, sempat mengalami hal-hal gaib meski hal itu diabaikannya.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUNNEWS
Dunadi dan patung Bung Karno yang dibuatnya. 

DUNADI (60), seorang pematung mengungkan cerita dibalik proses pembuatan patung Bung Karno. Sejak tahun 80an, ia telah membuat 15 patung pendiri bangsa ini. Namun sebelum membuat monumen Bung Karno, kata dia, sempat mengalami hal-hal gaib meski hal itu diabaikannya.

Namun dalam proses pembuatan patung itu, Dunadi menyelipkan pesan-pesan kebangsaan. Di antaranya bermakna hari kemerdekaan Indonesia dan Pancasila. Berikut wawancara eksklusif Tribun Network bersama Dunadi.

*************

Bagaimana awal mula ketertarikan menggeluti seni patung?
Sejak SD saya sering ikut lomba melukis. Waktu itu dapat pemenang pertama melukis se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di SMP juga demikian. Saya masuk SMA diarahkan ke seni patung.
Berbicara masalah bentuk, dimensi, volume, dan lain-lain.

Memang di patung itu tidak ada daya tariknya karena berbicara volume, kalau di lukis bicara masalah warna. Kalau patung banyak tantangan. Di situ lah ketertarikan saya.

Ternyata di patung kan' tidak hanya bikin orang saja, tapi bisa binatang, mengolah suatu bentuk. Yang lebih asik lagi, dasar itu memang realis.

Saya tertariknya belajar anatomi, ekspresi, gerak-gerak dinamis, di situ banyak tantangan. Di situlah daya tarik yang saya tekuni.

Di dunia patung memang tidak seperti di dunia lukis. Tahun 1982 saya perdalam di Akademi Seni Rupa Jogja. Saya masuk ke akademi 1982. Saya berlanjut ke Akademi Seni Patung. Sekarang di ISI Yogyakarta. Di situ saya memperdalam dunia patung.

Ternyata tantangannya banyak, kemudian persaingannya tidak banyak. Karena jarang ya waktu itu. Waktu itu yang saya kagumi Pak Edhi Sunarso, Pak Saptoto. Di situ saya sudah terkecimpung di dunia seni patung. Saya mengikuti proyek-proyek.

Proyek pemerintah, proyek bandara, di situlah tantangan-tantangan itu. Setelah itu baru saya berdikari sendiri untuk mendirikan Studio Satiaji. Karena patung tidak harus individu, harus kolaborasi, bagaimana menciptakan seni patung itu kita harus bikin tim.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved