Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Banyak Kasus OTG Covid-19 tak Terdeteksi, Satgas Minta Pemprov Sumsel Tes Acak di Mal-Tempat Wisata

Kasus aktif Covid-19 tanpa gejala sering tak terdeteksi, namun penularan di tengah publik masih dapat ditekan, asal masyarakat masih patuh

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi Palembang Zona Merah Covid-19 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Satuan Gugus Tugas atau Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 Sumsel mengaku masih banyak kasus tanpa gejala yang hingga saat ini sering tak terdeteksi.

Satgas Covid-19 meminta Pemerintah Provinsi Sumsel untuk melakukan tes acak penyebaran virus corona di sejumlah lokasi pusat keramaian. 

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel, Yusri mengatakan pihaknya tak menampik masih banyak kasus tanpa gejala di masyarakat yang tak terdeteksi.

Hal tersebut dikarenakan masih tingginya aktivitas warga di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda. 

"Tak bisa kita pungkiri memang  banyak kasus tanpa gejala yang tak terdeteksi. Apalagi mobilitas masyarakat sekarang masih tinggi," katanya,  Senin (24/5/2021).

Dijelaskannya, kendati saat ini kasus aktif Covid-19 tanpa gejala sering tak terdeteksi, namun penularan di tengah publik masih dapat ditekan, asal masyarakat masih patuh menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan disiplin menjaga imunitas daya tahan tubuh.

Menurutnya, tes acak dapat dilakukan jika rasio tes usap telah memenuhi standar WHO yakni 1/1000 penduduk atau setara 10.000 jiwa per hari di Sumsel.

Tetapi di Sumsel tes usap baru 500 sampel atau 200-300 orang per hari.

Jika nanti Pemprov Sumsel mulai melalukan tes acak Covid-19, lokasi-lokasi prioritas yang terlebih dahulu dilakukan uji coba rasio tes usap, sebaiknya diterapkan di wilayah potensi kluster wisata, pusat perbelanjaan atau ruang publik lainnya.

"Kasus-kasus yang masih dominan dari kluster keluarga. Misal ada orang dari luar lalu dia pulang ke rumah ternyata menularkan ke anggota lain, pola-pola seperti ini yang banyak terjadi di kita," jelas Yusri. 

Epidemiolog Universitas Sriwijaya Dr Iche Andriany Liberty menambahkan, anjuran agar Pemprov Sumsel perlu melakukan tes acak Covid-19  sebagai bentuk meminimalisir kawasan publik yang paling rentan menjadi klaster baru.

Selama ini kemunculan kluster baru seperti di kawasan wisata maupun mal sulit diungkap jika tidak di tes acak.

"Lokasi wisata dan mall itu sulit diungkap,  maka itu sewaktu-waktu perlu dilakukan tes acak untuk mendeteksinya," tuturnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved