'KAMI Dapat Permalukan Musuh', Hamas Ultimatum Israel Jika Langgar Gencatan Senjata

Dengan pertolongan tuhan, kami dapat mempermalukan musuh, entitasnya yang rapuh dan tentarannya yang buas

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
(AFP PHOTO/AHMAD GHARABLI) / Kompas.com
Sistem anti-rudal Iron Dome milik Israel di kota Ashdod saat mencegat sebuah roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza, pada Senin (17/5/2021) 

SRIPOKU.COM - Hamas mengancam akan menembakan roket yang mencapai ke seluruh wilayah Israel, jika gencatan senjata dilanggar.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara sayap bersenjata Hamas Abu Ubaida, Jumat (21/5/2021).

Menurut dia, pihaknya dapat mempermalukan musuh, jika gencatan senjata itu dilanggar Israel.

"Dengan pertolongan tuhan, kami dapat mempermalukan musuh, entitasnya yang rapuh dan tentarannya yang buas," kata Abu Ubaida.

Israel dan Hamas akhirnya mengakhiri kekerasan dengan gencatan senjata.

Pihak Hamas dan Israel sama-sama setuju melakukan gencatan senjata.

Gencatan senjata dapat setujui setelah Mesir mengusulkan solusi tersebut.

Gencatan senjata pun akhirnya dilakukan dengan suara bulat tanpa syarat.

Gencatan senjata sendiri akan berlaku mulai Jumat (21/5/2021) pukul 02.00 waktu setempat.

Hamas mengklaim gencatan senjata akan saling menguntungkan.

Hal ini disampaikan oleh penasihat media untuk kepala Hamas Ismail Haniyeh.

Menurut dia, Palestina akan mematuhi perjanjian tersebut selama penjajah Israel melakukan hal yang sama.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah memerintahkan dua delegasi masing-masing dari Israel dan Gaza untuk bekerja demi menegakkan gencatan senjata.

Sirene peringatan meraung karena adanya roket yang masuk di wilayah perbatasan Israel. Sedangkan seorang reporter Reuters mendengar serangan udara di Gaza. Seorang pria berusia 50-an terluka ringan akibat serangan langsung di sebuah pabrik di Israel. Pada Rabu, (19/5/2021), Presiden AS Joe Biden mendesak Netanyahu untuk menurunkan kekerasan. Sedangkan Mesir, Qatar, dan PBB berusaha untuk menjadi penengah.

Sikap Indonesia

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berbicara langsung di hadapan Majelis Umum PBB yang khusus membahas situasi Palestina di Markas PBB, New York pada Kamis (21/5)

Dalam penjelaskannya, Retno Marsudi mendesak agar mengakhiri kekerasan dan melakukan genjatan senjata untuk menyelamatkan nyawa orang-orang tidak bersalah.

“Tanggung jawab utama kita adalah menyelamatkan nyawa. Dan setiap menit yang kita habiskan di sini untuk berunding bisa berarti hilangnya nyawa warga Palestina lainnya," ujar Retno

Menlu juga meminta Majelis Umum bersama lembaga PBB lainnya untuk mendesak Israel untuk membuka akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

“PBB harus mendesak Israel membuka dan membolehkan akses pengiriman bantuan kemanusiaan, termasuk di Gaza yang telah dikepung selama lebih dari 13 tahun," ujar Menlu

Indonesia juga mengharap PBB bisa upayakan negosiasi multilateral antar dua negara yang adil dan komprehensif.

“Jangan sampai rakyat Palestina tidak lagi punya pilihan selain menerima ketidakadilan sepanjang hidup mereka," tegas Menlu.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno juga serukan untuk bersatu dalam melawan upaya tindakan hingga ancaman yang dilakukan Israel. (Kompas.com/Kompas.tv)

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gaza Palestina Hari Ini: Israel dan Hamas Umumkan Gencatan Senjata",

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved