Breaking News:

PPKM di Palembang Diperpanjang Hingga 31 Mei, Tujuannya Menekan Angka Penyebaran Covid

Alhamdulillah angka kesembuhan juga naik. Kita harap posko PPKM yang ada di semua kelurahan semakin optimal untuk melakukan 3T dan masyarakat

Penulis: Rahmaliyah | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Walikota Palembang H Harnojoyo ketika memberikan arahan perpanjangan waktu PPKM di wilayah Palembang, di Kelurahan Sukajaya, Kamis (20/5/2021) 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Kota Palembang memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro diperpanjang hingga 31 Mei 2021

Walikota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, perpanjangan masa penerapan PPKM ini sebagai upaya dari Pemkot untuk terus menekan angka penyebaran kasus Covid-19 di Kota Palembang. 

Sebab, pasca libur lebaran terlihat adanya penurunan kasus Covid-19 meski dari hasil kasus aktif harian trennya masih meningkat. 

OKU TImur Zona Hijau Covid-19, Boleh Tidaknya Sekolah Tatap Muka Tunggu Rekomendasi Satgas Covid-19

"Alhamdulillah angka kesembuhan juga naik. Kita harap posko PPKM yang ada di semua kelurahan semakin optimal untuk melakukan 3T dan masyarakat pun bisa melihat langsung penanganan kasus Covid-19," katanya.

Harno mengingatkan, masyarakat perlu untuk terus diingatkan agar selalu taat protokol kesehatan.

Terlebih, Kota Palembang masih dalam zona merah. 

AWALNYA Cuma Minta Dipijat, Jelang Tengah Malam, Gadis 17 Tahun Dipaksa Buka Semua Busana

"Sejak pandemi Covid-19 Kota Palembang di zona merah dan orange. Belum pernah kita zona kuning atau hijau," katanya. 

Dengan pertimbangan kondisi tersebut, makanya sejumlah tempat wisata, cafe dan mall masih dilakukan pembatasan jumlah pengunjung dan jam operasional hingga pukul 21.00

"Nanti akan kita lihat seperti apa tren kasusnya, pada prinsipnya sekarang harus mengikuti protokol kesehatan apapun jenis kegiatannya," katanya.

Baca juga: Benar Ini Anakku, Ya Allah, 4 ABG yang Hilang di Palembang Berada di Sumatera Barat

Sementara itu, Lurah Sukajaya Mascik SSos mengungkapkan, keberadaan Posko PPKM diharapkan bisa semakin mengefektifkan upaya menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah kelurahan Sukajaya. 

Meskipun, masih ada masyarakat yang enggan melaporkan jika ada yang terkonfirmasi Covid-19 sehingga petugas Posko PPKM harus melakukan jemput bola dengan 3T secara door to door. 

"Warga tidak ada melapor tapi petugas yang tracking ke rumah-rumah, kami Minta hasil swab tes sebagai bukti apakah masih terpapar Covid-19 atau sudah selesai dan dinyatakan bebas Covid-19," tandasnya. (Yak)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved