Breaking News:

Belajar Alquran Usia 3 Tahun, Sabila Perwakilan Banyuasin Bertarung di STQH OKU Timur 

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Azmi dan Nurjannah Agtarina ini lolos dari perwakilan Kecamatan Sumber Marga Telang

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/TS ARDI
Sabila Raudatul Jannah peserta yang mengikuti STQH di Martapura OKU Timur berfoto bersama dari kiri Bupati dan Wabup, H Askolani SH MH dan H Slamet SH, dr Sri Fitriyanti Askolani, Hj Neni Slamet 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Kabupaten Banyuasin mengirim peserta termuda, Sabila Raudatul Jannah untuk mengikuti ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) ke-XXVI di Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Azmi dan Nurjannah Agtarina ini lolos dari perwakilan Kecamatan Sumber Marga Telang Kabupaten Banyuasin

"Alhamdulillah, sekarang hafalan Alquran sudah 3 juz. Ini masih terus berlanjut untuk hafalan," ujar Bila singkat saat ditemui di acara pelepasan Kafilah di rumah dinas Bupati Banyuasin, Rabu (19/5/2021) kemarin.

Satu dari Dua Tersangka Pencuri Motor, Kakinya Dilumpuhkan Polisi

Menurut Azmi, anak pertamanya ini sudah belajar mengaji sejak berusia 3 tahun.

Sebagai orangtua, mereka ingin anak pertamanya ini bisa menghafal Alquran. 

"Awalnya sulit, karena namanya anak-anak selalu ingin bermain. Tetapi selalu diberi pengertian untuk mengaji dan menghafal Alquran. Akhirnya lambat laun dianya sendiri mau," ujar Azmi.

Setiap hari, Sabila selalu diminta untuk setoran hafalan Alqurannya.

Dampak Belajar Jarak Jauh karena Covid-19, Orangtua di Banyuasin Resah, Anak-anak Belum Bisa Membaca

Setidaknya, dalam sehari Sabila menyetor hafalan setengah bahkan satu juz. 

Ternyata, Bila pernah ikut festival anak Soleh tahun 2017 mewakili Sumatera Selatan (Sumsel).

Meski saat itu ia tidak menjadi nominasi, karena memang usianya masih 4 tahun.

Nyaris Sebulan Nikah, Ustaz Abdul Somad Gelar Resepsi Pernikahan, Acara dari Pagi hingga Sore Hari

Saat kelas 1 SD, ia juga sudah mulia memberanikan diri untuk ikut lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ).

"Namanya anak-anak, terkadang muncul rasa malasnya utuk setor hafalan. Tetapi tidak kami paksa selaku orangtua. Setelah dia mau, baru kami dengarkan setoran hafalannya," pungkasnya.

Bupati Banyuasin H Askolani SH MH didampingi Ketua TP PKK Banyuasin dr Sri Fitriyanti Askolani menjelaskan Pemkab Banyuasin tidak mempunyai target dalam ajang STQH tingkat provinsi. 

"Saya yakin dan optimis, dengan kemampuan-kemapuan kalifah dari Banyuasin ini. Semua sudah dipersiapkan dengan baik dari para pembimbing dan Pemkab Banyuasin," tutut Askolani yang juga didampingi oleh Wakil Bupati H Slamet Somosentono SH dan Wakil Ketua TP PKK Banyuasin Hj Neni Slamet

Askolani hanya berharap kepada peserta STQH jaga protokol kesehatan, karena kalau sehat kita pasti dapat dan membawa nama baik Bumi Sedulang Setudung menuju Kabupaten Banyuasin riligius. (TS Ardi)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved