Breaking News:

Berita Religi

Surat Al-Ashr Ayat 1-3 dan Artinya Lengkap Tulisan Arab, Latin Serta 4 Kunci Kehidupan Agar Tak Rugi

Surat Al-Ashr merupakan surat pendek yang terdapat dalam kitab suci Alquran dan termasuk ke dalam juz 30 atau juz'amma.

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
sripoku.com/anton
ilustrasi surat alquran 

SRIPOKU.COM - Berikut ini bacaan surat Al-Ashr ayat 1-3 dan artinya lengkap tulisan Arab, latin dan keutamaannya.

 Surat Al Ashr (bahasa Arab:العصر) adalah surah ke-103 dari Alquran.

Surah Al-Ashr tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 3 ayat.

Kata Al Ashr berarti waktu atau masa dan diambil dari ayat pertama surat ini.

Surah Al-Ashr terletak setelah surah Al-Kautsar dan sebelum surah Al-Humazah.

Isi surat Al Asr mengabarkan bahwa sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Berikut Bacaan Surat Al Ashr dalam Bahasa Arab, Tulisan Latin dan Terjemahan serta Keutamaan Surah Al-Ashr

Bacaan Surat Al Fil Lengkap dalam Bahasa Arab, Tulisan Latin & Artinya serta Keutamaan Surah Al-Fiil

ilustrasi surat alquran
ilustrasi surat alquran (sripoku.com/anton)

Surat Al Ashr

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillaahirrahmaanirraahiim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

وَالْعَصْرِۙ

wal Asr

1. Demi masa,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

innal-insāna lafi khusr

2. sungguh, manusia berada dalam kerugian,

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

illallazina amanụ wa 'amilus-salihati wa tawasau bil-haqqi wa tawasau bis-sabr

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Bacaan Surat Al Humazah Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya serta Keutamaan Surah Al-Humazah

Keutamaan Surat Al Ashr

Berikut keutamaan Surat Al Ashr menurut Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dilansir melalui kanal YouTube iNews Religi.

Ada empat kunci agar tidak rugi menurut Surat Al-Ashr yakni :

Jadi kita sama jatahnya 24 jam sehari, ada yang dengan 24 jam bisa mnengurus dunia, ada yang mengurus perusahaan besar.

Tapi ada yang mengurus diri saja tidak sanggup, padahal waktunya sama.

Hafidz Qur'an 24 jam sehrai, kita yang tidak hapal satu pun surat juga 24 jam sehari.

Tapi seperti apakah yang dinamakan orang berntung dalam menggunakan waktu?

Allah bersumpah atas nama waktu berkali-kali, begitu seringnya menandakan waktu itu merupakan kunci penting dalam kehidupan.

Dan dahsyatnya kita tidak diberitahu kapan mati.

Sehingga kita harus efektif menggunakan waktu.

1. Disebut orang beruntung menggunakan waktu adalah aamanun, menurut Imam Ibnu Qoyyib adalah paham kebenaran, jadi wajib bagi kita memamhami hidup ini apa.

Jangan sampai kita ini hidup dan tidak mengerti hidup ini apa.

Maka Rasulullah pernah bersabda "Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan baginya, Allah pahamkan agama."

Jadi kalo orang diberikan harta, gelar, pangkat, jabatan, popularitas, penampilan itu tidak identik dengan diberi kebaikan, itu baru cobaan.

Tapi diberikan paham kebenaran, itulah awal orang itu dikehendaki kebaikan.

Ilmu itu butuh iman, ilmu itu butuh pemahaman.

Jadi bagi kita setiap hari wajib menggunakan waktu kita untuk semakin paham kebenaran.

2. Mengamalkan kebenaran

Kita tidak cukup hanya tahu, buat apa kita tahu sholat tapi kita tidakk pernah sholat.

Buat apa kita sodaqoh dan tidak sodaqoh.

Justru kita tahu ilmu sebagai pemandu amal kita.

Jadi orang yang berntung sudah paham kebenaran dan mengamalkan kebenaran.

Syaratnya amal itu hanya dua, satu niatnya ikhlas dan yang kedua caranya benar.

Dan inilah yang kita bawa mati. Kita pasti mati dan tidak membawa dunia berikut isinya.

Maka bekerja adalah amal sholeh, bermah tangga adalah amal sholeh, kuliah adalah amal sholeh.

Segala aktivitas kita kalau diniatkan dengan cara yang benar dan niatnya benar jadi amal.

3. Mendakwahkan kebenaran

Jadi sudah paham, kita amalkan, kita sampaikan.

Saling berwasiat dalam kebenaran. Senang menerima nasehat, itulah orang yang bisa memberi nasehat.

Kalo kita tidak suka dinasehati, tentu pasti sulit kita memberi nasehat.

Karena kita tidak tahu apa yang akan kita sampaikan.

Oleh karena itu tidak cukup kita hanya paham dan beramal, tapi kita pun ingin orang lain bisa berbuat kebaikan.

Oleh karena itu, orang yang beruntung selalu ikut dalam dakwah menyampaikan, dakwah tak harus ceramah, dakwah dengan memberikan keteladanan itu pun dakwah.

Dakwah tidak mempersulit orang lain dan tidak menyusahkan itu dakwah.

4. Saling berwasiat dalam kesabaran

Sabar itu adalah menahan diri, sabar itu mengendalikan diri.

Sabar dalam ketaatan, sabar di dalam menjauhi maksiat dan sabar dalam menghadapi musibah.

Andai kata waktu kita digunakan untuk terus melatih diri dari waktu ke waktu semakin terkendali, lisan, pikiran, nafsu, syahwat, amarah.

Semakin kita bisa mengendalikan diri, semakin indah hidup kita dengan kesabaran.

Baca juga: Bukan Surat Yasin, Ternyata Inilah yang Sebaiknya Dibaca Ketika Takziah Orang yang Meninggal Dunia

SUBSCRIBE US

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved