Mencegah Korupsi dengan Simplifikasi Regulasi

Proses penegakan hukum di dalam suatu negara, merupakan salah satu indikator penting da­lam menilai tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

Editor: Salman Rasyidin
Mencegah Korupsi dengan Simplifikasi Regulasi
ist
Muhammad Syahri Ramadhan, S.H.,M.H

Dimana hal tersebut akan ber­dam­pak kepada lambatnya proses pembangunan nasional (www.detik.com).  Urgensi kebera­da­an UU No. 1 Tahun 2020 ini harus disikapi dengan bijak.

Adanya unsur imunitas bagi pe­jabat dalam produk hukum, jangan dianggap sebagai kemunduran proses penegakan hukum terkait penanganan tindak pidana korupsi di tengah bencana alam saat ini.

Aparat pe­negak hukum baik dari kepolisian, kejaksaan maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekalipun, masih dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Aparat pe­ne­gak hukum ini justru mengawal eksistensi UU No. 1 Tahun 2020, untuk tidak di­sa­lah­gu­nakan oleh pejabat pemerintah.

Proses penegakan hukum terkait pengelolaan dana bencana alam tersebut, jangan hanya fo­kus kepada penindakan akan tetapi sebaiknya fokus kepada aspek pencegahan juga.

Sangat disayangkan,  situasi pandemi yang diiringi berbagai bencana alam yang sedang ter­jadi, kepedihan tersebut harus ditambah dengan berbagai kasus hukum terkait hal ter­sebut.

Kolaborasi aparat penegak hukum dan pejabat pemerintah dalam memahami dan merealisasikan amanat regulasi terkait pengelolaan dana bantuan bencana alam tersebut, le­bih baik dibandingkan melakukan justifikasi suatu kelalaian pejabat pemerintah yang belum tentu dilandasi adanya unsur kesengajaan.

Jeremy bentham menyatakan hukum yang baik adalah mampu memberikan rasa keba­ha­gi­an.

Kebahagian bagi aparat penegak hukum, pejabat pemerintah dan terutama bagi ma­syarakat.

Hal ini sebagaimana asas salus populi suprema lex (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi).

Fokus terhadap penyelamatan korban bencana alam ditambah situasi pandemi saat ini, merupakan prioritas paling utama yang wajib dilaksanakan pemerintah.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved