Breaking News:

Berita Palembang

Guru SD dan Guru SMP Paling Dicari Pemerintah Kota Palembang Pada Penerimaan CPNS - PPPK Tahun 2021

Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan tahun ini skala prioritas ada pada formasi guru SD dan guru SMP yang memang saat ini jumlahnya masih sangat

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
Istimewa
Ilustrasi guru. Guru SD dan guru SMP jadi skala prioritas Pemkot Palembang pada penerimaan CPNS dan PPPK tahun 2021. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Meskipun belum mendapatkan besaran kuota penerimaa CPNS dan PPPK Tahun 2021, namun Pemkot Palembang mengaku telah memiliki skala prioritas untuk mengakomodir Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan. 

Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan tahun ini skala prioritas ada pada formasi guru SD dan guru SMP yang memang saat ini jumlahnya masih sangat kekurangan.

Karenanya, pada penerimaan tahun ini BPKSDM pun akan mulai mempersiapkan perhitungan jumlah kebutuhan guru yang harus direkrut. 

"Tahun ini skala prioritas kami adalah guru, Palembang butuh 3.000 lebih. Sebab masih banyak sekolah yang kekurangan pengajar sehingga terpaksa memberdayakan tenaga honor dan guru yang pensiun untuk diberdayakan kembali membantu mengajar siswa," ungkapnya, Senin (17/5/2021). 

Namun, pada tahun ini rekrutmen penerimaan guru diarahkan dengan sistem penerimaan pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021.

"Untuk CPNS sementara masih kita usulkan," katanya.

Sedangkan, untuk penerimaan CPNS formasi yang akan diusulkan lebih spesifik lagi dengan menyesuaikan bidang dan kompetensi yang dimiliki dari si pelamar. 

"Tiap tahun kurva pelamar umum itu meningkat tapi kita tahun ini lebih spesifik ke SDM yang punyai kompetensi khusus," ujarnya.

Dewa belum mengetahui pasti kapan jadwal pelaksanaan tes CPNS dan PPPK di lingkungan Pemkot Palembang. Ia masih menunggu juknis dari Kemenpan-RB atas seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021.

Sementara itu, Kadiknas Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, setiap bulan pasti ada saja guru yang masuk dalam masa pensiun. Dalam setahun bisa mencapai 300 orang. 

"Nah sementara yang pensiun ini belum ada gantinya. Seperti yang pensiun kepala sekolah tapi untuk yang mengisi formasi itu harus punya syarat-syarat yang harus dipenuhi dan itu belum dimiliki dari calon kandidat guru yang hendak diusulkan. Makanya, sering terjadi kekosongan formasi," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved