Breaking News:

Berita Muaraenim

TIM Inafis Polres Muaraenim Evakuasi Jasad Sugiarto, Warga Blitar Meninggal Sakit Jantung di Kosan

Menurut Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar melalui Lasat Reskrim AKP Widhi, membenarkan adanya penemuan mayat seorang laki-laki.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Mayat : Tampak tim inafis Polres Muara Enim mengevakuasi mayat korban Sugiarto 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Diduga terkena serangan jantung, Sugiarto (51) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Kabupaten Blitar, ditemukan tewas di kamar kos milik Abdul Rasyid, Jl Karet, Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Minggu (15/5/2021) malam.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, ketika ditemukan berawal dari kecurigaan pemilik kost yang mendengar suara TV hidup terus menerus namun korban tidak terlihat keluar kamar.

Karena curiga, kemudian pemilik kost membuka pintu kamar korban dengan kunci duplikat, dan alangkah terkejutnya korban ditemukan dengan posisi tertelungkup diatas kasur dengan kondisi wajah menghitam ciri khas terkena serangan jantung dan mulai mengeluarkan aroma tidak sedap.

Melihat hal tersebut lalu pemilik kost membertahukan penemuan mayat tersebut ke piket Polres Muara Enim. Kemudian petugas Polres Muara Enim melakukan indentifikasi dan evakuasi korban ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim dan atas permintaan keluarga telah dibawa ke Purbalingga untuk disemayamkan.

Menurut Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar melalui Lasat Reskrim AKP Widhi, membenarkan adanya penemuan mayat seorang laki-laki.

Korban adalah staf accounting Hotel Griya Sintesa Muara Enim. Korban meninggal diduga karena sakit jantung, sebab beberapa hari sebelumnya korban pernah mengeluhkan sakit Jantung.

Dan dari pemeriksaan tim indentifikasi Polres Muara Enim tidak ditemukan tindak kekerasan terhadap mayat korban, begitupun perabotan korban tidak ada yang hilang.

"Saat ini, jenazah korban atas permintaan keluarga korban akan dibawa ke rumah duka di Jawa," jelasnya.

Sementara itu General Manager Hotel Griya Sintesa Muara Enim Ibara Widarta, bahwa korban mulai bekerja di Hotel Griya Sintesa sekitar bulan November 2020, sebelumnya korban sudah berpengalaman di hotel-hotel lainnya.

Dan selama bekerja, korban tidak pernah mengeluh sakit apalagi sakit Jantung, sehingga pihaknya sangat terkejut ketika menerima kabar jika salah satu karyawannya meninggal yang diduga karena jantung.

"Kesehariannya orangnya baik dan bertanggungjawab. Jadi kami kaget ketika menerima kabar korban meninggal dunia," ungkapnya.

Dikatakan Ibara, saat ini, kondisi perhotelan dalam keadaan sulit akibat pandemi Covid 19, seperti hunian kamar turun drastis, event-event ditiadakan seperti buka puasa bersama, wedding dan sebagainya sehingga hotel nyaris tidak ada pemasukan sedangkan biaya operasional tetap ada.

Dan untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 dan penghematan, pihaknya memberlakukan merumahkan karyawannya secara bergiliran sampai menunggu normal kembali.

"Korban ini, jadwalnya Senin nanti bekerja di rumah," jelasnya.

Atas kejadian musibah tersebut, lanjut Bara, korban masih berada di RSUD dr HM Rabain Muara Enim sambil menunggu keputusan kelaurganya di Blitar. Begitupun untuk hasil otopsi masih menunggu hasil dari RSUD dr HM Rabain Muara Enim dan keterangan dari Polres Muara Enim.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved