Breaking News:

Berita Muratara

'Angkat Kaki dari Sini, Pohon Sawitnya Bawa Semua', Perusahaan Kuasai Tanah Ulayat 8.000 Hektar

Masyarakat memutus akses lahan perusahaan perkebunan sawit itu dengan cara mengerukkan jalan menggunakan excavator. 

Editor: Welly Hadinata
Tribunsumsel
Masyarakat Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memblokir akses lahan milik perusahaan dengan cara mengerukkan jalan menggunakan ekskavator. 

Masyarakat juga mendesak Pemkab Muratara agar bertindak tegas terhadap perusahaan tersebut dengan mencabut izinnya. 

"Angkat kaki mereka dari sini, pohon sawitnya bawa semua dari tanah ulayat masyarakat hukum adat Desa Remban," tegas Toyyib.

Warga lainnya, Frengki menambahkan permasalahan lahan ulayat ini sudah lama dituntut masyarakat hukum adat Desa Remban. 

Bahkan perusahaan sudah berkali-kali dipanggil Pemkab Muratara untuk melakukan mediasi bersama masyarakat. 

"Pada pemerintahan Devi-Inayatullah ini saja sudah lebih dari dua kali dipanggil, tapi pihak perusahaan selalu mangkir.

Ini perusahaan kapitalis, tidak menghormati pemerintah daerah, aksi kami ini adalah klimaks kemarahan masyarakat yang sudah geram," kata Frengki.

Masyarakat menegaskan kepada pihak perusahaan agar tidak menimbun kembali jalan yang telah dikeruk sebelum ada penyelesaian. 

"Kalau ditimbun lagi artinya memprovokasi masyarakat, kami tidak akan berhenti berjuang demi hak masyarakat, nantikan aksi selanjutnya," kata Frengki.

Sementara Kepala Sekuriti pihak perusahaan, Nikmat menyebut akan melaporkan tuntutan masyarakat tersebut kepada pimpinan perusahaan. 

"Ini masih suasana lebaran, nanti kami sampaikan tuntun warga, kalau soal perusahaan tidak kooperatif menurut warga, kami tidak paham, kami cuma sekuriti," katanya.(Rahmat/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved