Breaking News:

Berita Muratara

'Angkat Kaki dari Sini, Pohon Sawitnya Bawa Semua', Perusahaan Kuasai Tanah Ulayat 8.000 Hektar

Masyarakat memutus akses lahan perusahaan perkebunan sawit itu dengan cara mengerukkan jalan menggunakan excavator. 

Tribunsumsel
Masyarakat Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memblokir akses lahan milik perusahaan dengan cara mengerukkan jalan menggunakan ekskavator. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Masyarakat Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memblokir akses lahan milik sebuah perusahaan sawit. 

Masyarakat memutus akses lahan perusahaan perkebunan sawit itu dengan cara mengerukkan jalan menggunakan excavator. 

Masyarakat menuntut agar perusahaan mengembalikan tanah ulayat milik masyarakat hukum adat di desa itu.

"Seluruh akses ke tanah ulayat kami tutup, kali ini kami harus bertindak tegas," kata Ketua Adat Desa Remban, Toyyib kepada Tribunsumsel.com, Minggu (16/5/2021).

Toyyib mengatakan permasalahan tanah ulayat antara masyarakat hukum adat Desa Remban dengan pihak perusahaan sudah lama namun tak kunjung ada penyelesaian.

Menurut dia, pihak perusahaan tidak pernah menghormati dan mendengarkan aspirasi masyarakat adat Desa Remban.

"Sudah berapa kali mau diadakan pertemuan di kantor bupati, perusahaan ini tidak menghormati pemerintah daerah, mereka mangkir setiap undangan penyelesaian sengketa lahan ini," kata Toyyib. 

Dia mengungkapkan pihak perusahaan telah mengambil hak tanah ulayat seluas lebih kurang 8.000 hektare.

Masyarakat memberikan waktu selama 15 hari kerja kepada perusahaan untuk kooperatif guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

Apabila dalam waktu itu tidak ada penyelesaian, maka pihak perusahaan akan dipaksa 'angkat kaki' dari Bumi Beselang Serundingan ini. 

Halaman
12
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved