Breaking News:

Sungai Lakitan Musi Rawas Meluap

Sungai Lakitan Musi Rawas Meluap, Kades: 'Kalau Karang Panggung Terendam, Semua Desa Pasti Terendam'

Luapan air sudah mencapai bibir sungai dan hampir menyentuh rumahnya yang berada persis di pinggir Sungai Lakitan.

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Barisan Muda, Kepala Desa Karang Panggung Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas, memperlihatkan kondisi sungai Lakitan setelah diterjang banjir. 
Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi
SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Desa Karang Panggung merupakan salah satu desa di Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lakitan.
Namun saat Sungai Lakitan meluap dan mengakibatkan banjir di beberapa desa di wilayah setempat pada Kamis (13/5/2021) jelang tengah malam lalu, luapan air sungai tak sampai memasuki Desa Karang Panggung. 
Kondisi geografisnya yang tergolong tinggi, membuat Desa Karang Panggung "lolos" dari terjangan banjir.
"Desa Karang Panggung ini lokasinya bisa dikatakan paling tinggi dibandingkan desa-desa di Kecamatan Selangit. Makanya saat banjir, desa ini tidak terdampak," kata Barisan Muda, Kepala Desa Karang Panggung, saat dibincangi Sripoku.com, Jumat (14/5/2021).
"Kalau Desa Karang Panggung terendam banjir, bisa dipastikan desa-desa lainnya terendam cukup parah," tambah Barisan Muda.
Kendati tidak sampai merendam Desa Karang Panggung kata Barisan Muda, namun banjir yang terjadi pada Kamis (13/5/2021) jelang tengah malam lalu cukup besar.
Sebab, luapan air sudah mencapai bibir sungai dan hampir menyentuh rumahnya yang berada persis di pinggir Sungai Lakitan.
Dia sendiri merasa bergidik ketika membayangkan air Sungai Lakitan bergulung-gulung dengan suara bergemuruh dari arah belakang rumahnya saat terjadi banjir.
"Ngeri membayangkannya, air sungai bergemuruh dan bergulung-gulung. Sedikit lagi hampir masuk rumah," kata Barisan Muda.
"Maka saya suruh seluruh keluarga keluar rumah, khawatir kalau airnya akan terus naik. Tapi alhamdulillah, meskipun sudah rata dengan tebing sungai, tapi airnya tidak masuk pemukiman," tambah Barisan Muda.
Dikatakan, meski tidak masuk pemukiman, namun terjangan banjir yang cukup besar membuat tebing-tebing sungai dibeberapa titik terbis.
Pepohonan dan semak yang tumbuh di lereng-lereng tebing sungai tersebut tercerabut disapu banjir.
Sementara itu, luapan banjir Sungai Lakitan yang terjadi pada Kamis (13/5/2021) jelang tengah malam tersebut merendam sedikitnya lima desa dan satu kelurahan di Kecamatan Selangit.
Desa yang terendam banjir antara lain Desa Batu Gane, Muara Nilau, Taba Gindo, Prabu Menang dan Desa Lubuk Ngin serta Kelurahan Selangit.
Untuk di Kelurahan Selangit, yang terdampak adalah areal perkebunan warga setempat.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved