Breaking News:

Virus Corona di Palembang

Di Sumsel Hanya Kota Palembang Daerah Zona Merah Covid-19, Total Positif 11.360, Meninggal 501 Orang

Sebelumnya, pada 10 Mei selain kota Palembang, kota Prabumulih dan OKU Timur tercatat sebagai daerah zona risiko tinggi penyebaran virus corona.

SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Ahli Epidemiologi Universitas Sriwijaya, Iche Andriany Liberty, menjelaskan tentang kondisi covid-19 di Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Daerah zona merah penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berkurang.

Berdasarkan data laporan Situasi Terkini Kota Perkembangan Covid-19 hanya kota Palembang yang dinyatakan sebagai daerah zona merah.

Kota Palembang berstatus zona merah sejak 11 Mei 2021 lalu hingga 15 Mei 2021.

Sebelumnya, pada 10 Mei selain kota Palembang, kota Prabumulih dan OKU Timur tercatat sebagai daerah zona risiko tinggi penyebaran virus corona.

Adapun rincian kasus konfirmasi positif di kota Palembang pada Sabtu (15/5/2021) yakni 11.360, meninggal 501, sembuh 10.033, suspek 29.647 dan probale 157.

Menurut Ahli Epidemiologi Universitas Sriwijaya, Iche Andriany Liberty, zonasi Covid-19 bersifat fluktuatif dan bisa dengan mudah mengalami perubahan sewaktu-waktu.

"Zona bisa berubah. Dari zona kuning saja bisa langsung berubah ke merah jika peningkatan kasus positif tinggi," ujarnya.

Saat ini tujuh kabupaten/kota di Sumsel yang berstatus zona oranye meliputi:

  1. OKU Timur
  2. Prabumulih
  3. Muara Enim
  4. OKU
  5. Lubuklinggau
  6. Penukal Abab Lematang Ilir
  7. OKU Selatan
  8. Banyuasin
  9. Musi Banyuasin
  10. Pagaralam
  11. Musi Rawas
  12. Ogan Ilir
  13. OKI

Sementara itu, tiga kabupaten zona kuning di Sumsel yakni:

  1. Lahat
  2. Musi Rawas Utara
  3. Empat Lawang

Iche mengatakan, masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan dengan baik karena saat ini dari 17 kabupaten/kota di Sumsel sebagian besar masih berstatus zona oranye.

Selain itu, masyarakat Sumsel diminta tetap waspada pada penularan Covid-19. Terlebih lagi, saat ini merupakan hari libur Idulfitri yang menyebabkan mobilitas tinggi.

"Jangan lengah dengan Covid-19. Protokol kesehatan harus dijalankan dengan benar karena ini salah satu upaya menekan penularan," kata Iche.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved