Breaking News:

Sungai Lakitan Musi Rawas Meluap

Cerita Syamsul: 'Tak Sempat Lagi Selamatkan Perabotan, Air Sampai 2 Meter, Sangat Cepat dan Deras'

Kepala Desa Batu Gane, Budi Utomo menuturkan, sebelum banjir, terjadi hujan sangat deras mulai pukul 19.00 hingga pukul 22.00.

SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Syamsul Bahri, warga Desa Batu Gane Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas yang rumahnya terendam akibat banjir luapan Sungai Lakitan di wilayah setempat. 
Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi
SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Hujan deras yang terjadi sejak pukul 19.00 hingga pukul 22.00 pada Kamis (13/5/2021) membuat Sungai Lakitan di wilayah Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan, meluap.
Akibatnya, beberapa desa di wilayah tersebut terendam banjir.
Salah satunya yabg merasakan dampak cukup parah adalah di Desa Batu Gane.
Menurut penuturan warga setempat, datangnya banjir secara tiba-tiba, ketika curah hujan mulai mereda, sekitar pukul 21.30.
Warga yang tak menduga bakal terjadi banjir, tak sempat lagi menyelamatkan perabotan rumahnya, karena terjangan banjir sangat cepat dan air yang masuk kedalam rumah cukup deras.
Terutama di pemukiman warga yang berada dekat dengan pinggiran Sungai Lakitan.
"Kejadiannya sekitar pukul 21.30. Air naik sampai dua meter. Barang dalam rumah banyak yang hilang (hanyut), macam-macamlah, seperti pakaian dan perabotan rumah tangga lainnya," kata Syamsul Bahri, salah seorang warga Desa Batu Gane saat diwawancarai Sripoku.com disela membersihkan kediamamnya, Jumat (14/5/2021) pasca diterjang banjir.
Dikatakan, air yang masuk kedalam rumah sangat deras. Dia mengetahui kalau terjadi banjir ketika ada suara kendaraan milik tetangganya.
"Ada teriak (klakson) mobil Sohan itu saya langsung buka pintu mau keluar. Saya lihat air sudah (dalam) naik. Karena panik, maka tidak sempat lagi bawa barang-barang," katanya.
Warga lainnya menuturkan, karena datangnya banjir secara tiba-tiba, maka mereka tak sempat lagi mengeluarkan perabotan yang ada.
Sehingga, barang-barang yang ada dalam rumah semuanya terendam.
"Barang-barang basah semua, seperti kursi, ini sekarang dikeluarin semua, dijemur," ujarnya.
Kepala Desa Batu Gane, Budi Utomo menuturkan, sebelum banjir, terjadi hujan sangat deras mulai pukul 19.00 hingga pukul 22.00.
Saat hujan mulai mereda dan gerimis, tiba-tiba banjir datang menerjang. Akibatnya, rumah warga yang berada di dataran rendah dan dekat dengan bibir sungai terendam banjir.
"Saat banjir datang, hujan sudah mereda tapi masih gerimis. Dampak banjir ini, satu rumah warga hanyut dan satu rusak berat.
Sedangkan beberapa rumah lainnya terendam, tapi perabotan rumahnya banyak yang hanyut.
Kebetulan kantor desa kita juga terendam, sehingga banyak dokumen yang rusak dan basah," kata Budi Utomo. 
Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved