Breaking News:

Berita Sriwijaya FC

Selain Atta Halilintar, Presiden Sriwijaya FC Terfikir Gandeng Pengusaha Pempek: Butuh Rp20 M

"Dan itupun kita pakai tangannya Pak Gubernur. Artinya kasihan dengan Pak Gubernur, dia sudah banyak kerjaan," katanya.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: RM. Resha A.U

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Presiden Klub Sriwijaya FC, H Hendri Zainuddin SAg SH mengungkap alasan dirinya mencari terobosan menggaet investor seperti YouTuber Atta Halilintar untuk ikut memajukan Tim Laskar Wong Kito.

"Terima kasih juga kita dengan BUMD, BUMN yang di Sumatera Selatan. Kalau kita bicara konvensional, saya hitung kita dapat duit itu Rp10 miliar," ungkap Hendri dalam bincang dengan Kepala Newsroom Sriwijaya Post-Tribun Sumsel Hj Weni Ramdiastuti beberapa waktu lalu.

Menurut mantan Manajer SFC ini, dengan total perolehan Rp10 M sponsor konvensional itu pun harus menggunakan tangan Gubernur Sumsel selaku pembina klub.

Baca juga: Muhammad Fadli Tetap Keukeh Tinggalkan Jabatan Manajer Sriwijaya FC, Ternyata Ini Alasannya!

Baca juga: Daftar Lengkap Pemain Persis Solo, Selain Beto Goncalves Ada Pemain Mantan Sriwijaya FC Lagi

"Dan itupun kita pakai tangannya Pak Gubernur. Artinya kasihan dengan Pak Gubernur, dia sudah banyak kerjaan," katanya.

Menurut Hendri yang juga Ketum KONI Provinsi Sumsel yang jadi pertanyaan kemana harus mendapatkan Rp10 M lagi untuk membiayai perjuangan agar lolos Liga 1.

"Itu boleh, tapi itu tidak mencukupi. Rp 10 miliar itu hanya khusus untuk pemain. Kalau kita ingin juara di Liga 2 ini, kita harus butuh Rp 20 M. Artinya ada Rp 10 M harus betul-betul kita dapatkan. Nah pertanyaannya kemana harus kita dapatkan?," ujar mantan Senator DPD RI.

Hendri yang selalu memiliki ide pemikiran terobosan, menyebut terpikirkan untuk bisa mengemas agar pengusaha pempek yang terbilang usahanya besar bisa bekerjasama menyalurkan dana CSR-nya.

Baca juga: Misi Berat Sriwijaya FC Usai Lebaran Dimulai, Nil Maizar Ogah Kecolongan: Bakal Kontrol Ketat Pemain

Baca juga: Satu Kelompok Suporter Sriwijaya FC Menentang Keras Liga 1 Tanpa Degradasi, Edi: Bukan Kompetisi

"Sebenarnya pengusaha pempek itu CSR-nya pulang ke SFC. Banyak pengusaha pempek yang besar-besar ada di Sumsel ini. Kalau dia beriklan, bersponsor di SFC feedback tim. Sekarang ini kelemahan di SFC adalah marketing untuk memarketing SFC dengan label prestasi," ujar mantan anggota DPRD Banyuasin.

Dikatakannya, jika satu saja kita minta dengan pelaku pengusaha pempek akan sudah luar biasa.

Menurutnya, sponsor itu tidak mesti duit, natural pun bisa. 

"Presiden ini kan bos. Dak perlu mikir ini. Mestinya di marketing. Presiden kan bicaranya strategis, eksekutornya itu tim marketing. Kita dari 2004 sampai 2018 terfokus pada prestasi. Tidak pernah terpikir bungkus, packing Sriwijaya FC ini belum ada yang memikirkan," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved