Breaking News:

Berita Palembang

CERITA Nuryati yang Sudah 30 Tahun Sebagai Pengrajin Ketupat, Masa Pandemi Nyaris tidak ada Pesanan!

Salah satunya dirasakan pengrajin ketupat dari daun nipah, Nuryati, yang tinggal di Jalan H Faqih Usman Lorong Sdg Yucing, Kelurahan 3/4 Ulu Palembang

Sripoku.com/Maya Citra Rosa
Pengrajin ketupat, Nuryati dan anaknya saat sedang mengayam ketupat di rumahnya, Selasa (11/5/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hari raya Idul Fitri dua tahun terakhir merupakan tahun terberat bagi para pengrajin ketupat di Palembang, akibat pandemi Covid-19 yang berdampak bagi perekonomian masyarakat.

Salah satunya dirasakan pengrajin ketupat dari daun nipah, Nuryati, yang tinggal di Jalan H Faqih Usman Lorong Sdg Yucing, Kelurahan 3/4 Ulu Palembang.

Wanita berusia 65 tahun ini sudah 30 tahun menjadi pengrajin ketupat menjelang hari raya.

Dia memilih daun nipah yang banyak diambilnya dari kabupaten Banyuasin, kemudian dibawa ke rumah untuk dianyam menjadi ketupat.

Namun akibat pandemi, pesanan ketupat kepadanya sudah jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini dia hanya bisa membuat ketupat sekitar 5.000 buah saja. Itu pun jauh berkurang dari idul fitri tahun lalu yang hampir 10.000 buah.

Dia mulai membuat biasanya saat mendekati bulan puasa, lalu menjual saat H-7 lebaran.

"Kalau buat itu mulai dari sebelum puasa, menjelang lebaran seperti ini sudah hampir habis ketupatnya," ujarnya, Selasa (11/5/2021).

Bahkan karena sepinya pembeli, dia rela menjual lebih murah dari tahun sebelumnya. Dia menjual seikat dengan isi 10 ketupat hanya dengan harga Rp 3 ribu.

Padahal biasanya dia bisa menjual dengan harga paling murah Rp 8 ribu per ikat ketupat.

Ketupat buatannya tersebut dijual kepada para pengecer dan pedagang pasar yang ingin menjual lagi ketupatnya.

"Biasanya banyak yang jual lagi itu bisa bawa 500 ketupat, bisa juga lebih. Kadang kalau tidak habis dikembalikan lagi ke kami," ujarnya.

Harga daun nipah itu kisaran Rp 5 ribu tapi bisa dijadikan banyak sekali ketupat. Tidak hanya ketupat, dia juga membuat kerajinan lainnya seperti tampah, sapu lidi, piring, bakul dan lain sebagainya.

Nuryati berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga perekonomian kembali membaik dan masyarakat tidak kesulitan lagi mencari uang.

"Semoga pandemi ini segera berakhir, biar kami bisa dapat banyak pesanan lagi," ujarnya.

Penulis: maya citra rosa
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved