Breaking News:

Wawawancara Eksklusif

Mewaspadai Tsunami Covid-19 India di Indonesia (1): Kita Takkan Seperti India, Tapi Jangan Terlena

Kita tidak akan seperti India, walaupun teman-teman dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mewarning, namun Indonesia tidak akan seperti India

SCREENSHOT FACEBOOK
Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Dr dr Yuwono MBiomed memberikan penjelasan mengenai Tsunami Covid-19 di India kepada Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti (membelakangi kamera). 

DI INDIA, pandemi sekarang disebut Tsunami Covid-19. Jumlah penyebaran dan kematian akibat virus Corona di negara Bollywood ini sangat menakutkan. Seperempat kematian selama sepekan terakhir ada di India. Ketidakpedulian dan mutasi virus disinyalir menjadi penyebabnya. Lantas, akankah Indonesia bernasib seperti India? Berikut jawaban Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Dr dr Yuwono MBiomed yang dituturkan kepada Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti dengan dalam program Walk The Talk With Weny.

Kita tahu sendiri di India saat ini, sehari bisa mencapai 400 ribu jiwa meninggal. Bagaimana Anda melihatnya, apakah akan terjadi di Indonesia?
Kita tidak akan seperti India, walaupun teman-teman dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mewarning, namun semua sepakat Indonesia tidak akan seperti India.

Apa alasan yang membuat Anda yakin bahwa kasus Covid-19 di Indonesia tidak akan seperti India?
Di India itu terjadi karena genetik background. Ini menjadi masalah bangsa Kaukasia, India ini proto Eropa. Suku bangsa Eropa tua itu berasal dari India. Kalau Covid-19 ini rentan terhadap orang Eropa, artinya rentan juga terhadap orang India.

Apa perbedaannya dengan Indonesia?
Kita ini berbeda, di Indonesia memiliki 400 ribu lebih suku bangsa. Makin bervariasi genetika, maka semakin kuat imun tubuh manusia. Maka itu, Indonesia kemungkinan kecil akan terjadi seperti India.

Saat ini varian Covid-19 semakin banyak, apakah itu yang mempengaruhi kasus di India?
Varian Covid ini banyak, semuanya diawali dengan huruf B. Dimana B tersebut adalah British (Inggris Raya). Itulah kenapa virus ini masif menyebar di negara-negara Commonwealth negara persemakmuran. Dari sini polanya sudah ketahuan, itu penyebabnya.

Sementara untuk varian di kita apakah tidak akan mudah bermutasi seperti India?
Varian di kita belum sampai segitu, seperti India yang banyak bermutasi. Faktor mutasi virus corona ini dilatari dengan genetika tadi. Sementara kita ini genetiknya beragam.

Apakah faktor kerumunan juga menjadi penyebab lainnya tsunami Covid-19 di India?
Saya pernah di India, kerumumannya itu banyak sekali. Bahkan kalau saya nilai bukan kerumunan lagi, tetapi sudah crowded. Bayangkan saja, penduduk di sana hampir satu miliar jiwa.

Faktor kurang sejahteranya negara India, apakah jadi penyebab lainnya?
Benar, faktor kemiskinan juga menjadi penyebab lainnya. Euforia vaksin di India, membuat masyarakat di sana melupakan prokes. Secara tidak langsung membuat virus dengan mudah menyebar.

Meski sudah divaksin, seseorang masih rentan terpapar?
Benar, vaksin tersebut bukan membuat kita lantas kebal terhadap Covid-19. Masyarakat harus tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Artinya, Indonesia bisa optimis tidak akan terjadi seperti India?
Optimisme harus dibarengi dengan kewaspadaan. Optimisme tanpa kewaspadaan sama saja konyol.

Apa imbauan Anda terhadap masyarakat Sumsel, ditengah Pandemi yang belum juga mereda ini?
Meski kita kemungkinan kecil seperti India, namun bukan berarti kita harus terlena. Masyarakat harus tetap waspada dan ikuti anjuran pemerintah, agar Covid-19 ini dapat benar-benar hilang dari Indonesia. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved