Breaking News:

Dugaan Trump Suap Bintang Porno Rp 1 Miliar Agar Asmaranya Tak Bocor Ditutup, Eks Pengacara Meradang

Hanya saja kala itu, Cohen mengaku mengeluarkan uang itu dari kantongnya sendiri, Cohen menyatakan dia tidak diganti oleh Trump.

Ist/handout
Foto Mantan Presiden AS Donald Trump, bintang porno Stormy Daniels dan eks pengacaranya Michael Cohen, Trump dituduh menyuap Stormy demi kepentingan pemilu As 2016 silam, namun kasus ditutup oleh FEC karena tak cukup bukti. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pilpres AS 2020 sudah lama berakhir, namun dugaan kasus Donald Trump yang dituduh menyuap bintang porno Stormy Daniels untuk kepentingan Pemilu 2016 silam, agar asmara terlarang mereka tidak mencuat.

Sosok yang mengungkap tak lain adalah mantan pengacara Donald Trump Michael Cohen, yang mengaku bahwa dia memberikan uang Rp 1,7 miliar atas perintah Trump.

Namun, Isu dan dugaan hubungan terlarang antara mantan Presidan AS Donald Trump dan bintang porno Stormy Daniels tak sepenuh terungkap, dan hanya sumir, sebab pada akhirnya Otoritas Pemilu AS Resmi menutup tuduhan itu pada Jumat (7/5/2021).

Seperti diketahui, ada tuduhan dari Cohen bahwa, mantan Presiden Donald Trump itu telah membayar uang tutup mlut kepada bintang porno di Pipres 2016, agar sang bintang yang diketahui bernama Stromy Daniels itu tutup mulut alias tak menceritakan hubungan terlarang mereka.

Namun belakangan tuduhan itu ditutup, dan akhirnya Donald Trum menjadi pemenangnya, alias kasus ditutup karena dianggap tak memiliki cukup bukti, sebagai sebuah pelanggaran aturan finansial dalam kampanye.

Berikut ini beberapa fakta, Dugaan Trump Suap Bintang Porno Rp 1 Miliar Agar Asmaranya Tak Bocor Ditutup, juga pengakuan sang bintang porno itu sendiri.

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Bermula dari Nyanyian Cohen

Seperti diketahui, kasus ini dihembuskan oleh Michael Cohen, yang merupakan mantan pengacara Donald Trump, yang sejauh ini memang bermasalah dengan Donald Trump.

Cohen yang sakit hati berharap Trump diadili oleh tindakannya itu, namun Komisi Pemilihan Federal (FEC), menegakkan aturan finasial kampanye mengumumkan penutupan kasusnya pada Kamis (6/5/2021) sehingga secara praktis, tuduhan Cohen atas Trump turut ditutup.

Halaman
1234
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved