Spirit Ramadhan

Spirit Ramadhan Di Tengah Kesibukan Milenial

Ibadah Shaum/puasa adalah ibadah amalan  hati dan merupakan ibadah menahan diri.

Editor: Salman Rasyidin
Spirit Ramadhan Di Tengah Kesibukan Milenial
ist
 Dra. Syafiah Zuhdi, M.Si

“Kerusakan ummatku karena dua perkara: meninggalkan il­mu dan menimbun har­ta”.

Kegiatan tadarrus oleh milenial muda dari berbagai tingkatan dan organisasi dan KSJM (Kajian Spesial Jum’at Malam) yang secara rutin dilaksanakan o­leh komunitas IRo-Society me­lalui group WhatsApp, masih marak dilakukan milenial se­ba­gai spirit Ramadhan ditengah pan­demi ini amat menaruh harapan kita bahwa musibah di negeri ini akan berangsur hilang serta kondisi bangsa semakin membaik.

Mengasah Kepekaan Millenial       

Ramadhan ibarat lahan subur untuk menabur segala benih kebaikan.

Sekecil apapun amal ibadah yang kita lakukan akan menuai pahala yang berlipat ganda dari Allah Azza Wajalla, se­­bagai sumber pemberi rezeki Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Bersyukurnya kita kaum mukmin yang telah diberikanNya kesempatan usia, kesehatan dan rizki sehingga da­­pat menjalani Rukun Islam ibadah puasa ini dengan sebaik-baiknya.

Keberkahan bulan su­ci Ramadhan ini, amat sayang dilewatkan begitu saja oleh milenial, terkhusus aktifis-ak­ti­fis mi­lenial muda baik yang pelajar maupun mahasiswa.

Kesadaran untuk mengisi ke­si­buk­an de­ngan hal-hal positif dan bermakna bagi ummat sebagai pengejawantahan fasta­bi­qul khoirat terlihat dari kegitan bhakti social yang mereka laksanakan.

Sebagai contoh, yang penulis ketahui, adanya gerakan bhakti social oleh siswa SMA Muhammdiyah kota Pa­­lembang yang di motori oleh organisasi IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) bersama guru dan kar­ya­wan­nya.

Para pelajar milenial ini secara sukarela mengumpulkan dana dan ba­han pokok tanpa ditentukan besaran jumlahnya dan membagikannya kepada masyarakat dan kaum dhu’afa langsung ke rumah-rumah dan panti asuhan.  

Keberkahan bulan Ramadhan ini akan begitu terasa bila kita maknai hidup ini dengan men­jalankan hidup dengan baik dan benar, baik dan shalih.

Keshalihan tidak hanya pada ke­sha­lihan pribadi, akan tetapi di zaman yang amat memprihatinkan sekarang ini kita dituntut un­tuk menjadi pribadi yang shalih secara social.

Keshalihan social inilah yang menjadi to­pic u­tama KHA Dahlan dahulunya dalam mendirikan organisasi Muhammadiyah yang di­kenal de­ngan spirit Al-Ma’un yang intinya adalah menyantuni kaum dhu’afa.

Konsekwensi dari spirit Al-Ma’un ini mendorong ummat untuk menjadi dermawan dan santun kepada fakir miskin ser­ta peka terhadap sekelilingnya.

Pada kegiatan bhakti social yang diadakan oleh pelajar mi­le­nial ini sebagai upaya membentuk kecerdasan emosional mereka dalam mengasah kepekaan dan kepedulian mereka terhadap masyarakat di sekelilingnya serta ke­cer­dasan spiritual,  men­jadi pribadi yang bersemangat dalam berbuat kebaikan (fastabiqul khai­rat), pribadi yang baik dan jujur.

 Spirit Al-Ma’un menjadi konsep membangun kesadaran social sekaligus kesadaran ilahiyah yang bermakna bahwa kedermawan mem­ban­tu kaum dhu’afa dan kegiatan social yang dilaksanakan adalah untuk memberi ke­man­fa’atan kepada sesama mahluk sekaligus men­­cari ridho Allah (Tuhan).

Peka terhadap kaum dhu’afa dan sifat dermawan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW hendaklah dihidup suburkan.

Kedermawanan merupakan sifat para nabi, para sahabat dan orang-orang shalih.

Rasulullah adalah orang yang paling der­ma­­wan, apalagi pada bulan Ra­madhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap ma­lam pada bulan Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari Al Quran.

Ketika di­te­mui Jibril, Rasulullah ada­lah lebih dermawan dari pada angin yang berhembus”. (HR. Tir­mi­dzi, diriwayatkan Ib­nu Abbas RA). Seorang dermawan akan ditutupi Allah aib dan ke­bu­ruka­nnya, bahkan ke­ba­ikan demi kebaikan akan diraihnya.

Untuk mendapat keber­kah­an di bulan Ramadhan, pen­ting bagi insan milenial menjadikannya ibadah ruhaniah yang me­lahirkan pe­rubahan-perubahan prilaku yang lebih baik dalam kehidupan.

Menjadikan ibadah shaum (pua­sa) berbuah taqwa sebagai nilai utama dan tujuan ibadah shaum ini agar mendapat pen­ce­rahan ruhani dalam kehidupan sehingga dapat meraih ridha dan karunia Allah SWT.

Bila demikian keadaannya, kita menaruh harapan kepada generasi milenial ini bah­wa spirit Ramadhan ini membawa pelakunya dapat melaksanakan ibadah-ibadah lainya baik ibadah mahdhah maupun muamalah yang akan melahirkan prilaku-prilaku dan tindakan-tindakan terpuji dari setiap kaum muslimin sebagaimana keteladanan Rasulullah SAW.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved