Pemintaan Melonjak, Jasa Pengiriman Tolak Paket MakananPengiriman Luar Kota Sampai Tujuh Hari

H-7 lebaran idul fitri permintaan pengiriman barang melonjak. Jasa pengiriman menolak paket makanan khawatir waktu sampai tujuan lebih lama

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/rahmalia
Suasana konter J&T di Bukit Kecil yang tak lagi melayani pengiriman makanan di H-7 lebaran 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jelang H-7 Lebaran jasa pengiriman mengalami overload. Akibatnya, waktu pengiriman untuk luar Sumatera Selatan bisa Sampai tujuh hari. Sementara untuk pengiriman daerah atau dalam kota maksimal 3 hari. 

Salah satunya, J&T dikawasan Bukit Kecil, yang memilih tak menerima permintaan pengiriman paket makanan lagi, karena di khawatirkan akan sampai lebih lama dan rusak (tidak layak konsumsi). 

"Kalau tetap mau kirim pempek, kami tak tanggung jawab. Karena sekarang barang sudah full di gudang yang menunggu antrian antar, kami takutnya sampai sudah rusak," ujar Agil pegawai J&T. 

Penuhnya permintaan pengiriman barang juga karena jelang lebaran, dan adanya event Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional)

"Banyak masyarakat yang belanja, karena harbolnas. Banyak promo pengiriman, dan potongan harga," ujarnya.

Sementara, Kepala Cabang JNE Palembang, M. Daud mengatakan, permintaan jasa pengiriman meningkat tajam khususnya di jelang lebaran, dan paling banyak paket jenis makanan ke berbagai daerah.

"Kalau dari Palembang, permintaan pengiriman makanan paling banyak diantaranya pempek," terangnya. 

Lonjakan permintaan jasa pengiriman, semakin tinggi jelang akhir puasa. "Untuk lebaran peningkatan jumlah pengiriman kita mencapai 50 persen dibandingkan biasa," katanya. (Yak)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved