Breaking News:

Sebab Johan Anuar Dituntut Uang Pengganti oleh Jaksa KPK, Pengacara Wabup OKU Ajukan Banding

"Sekarang majelis hakim lupa, bahwa ada uang di masyarakat. Yang seolah-olah masyarakat itu identik dengan Johan Anuar," kata Titis.

SRIPOKU.COM/Chairul Nisyah
Johan Anuar Saat Dikonfirmasi awak Media, usai persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (6/4/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan lahan kuburan di Kabupaten OKU, Johan Anuar, divonis majelis hakim dengan hukuman 8 tahun penjara.

Terdakwa yang berstatuskan sebagai Wakil Bupati OKU itu juga dijatuhi hukuman oleh majelis hakim pidana denda Rp 500 juta dengan subsider 6 bulan kurungan.

Selain dijatuhi hukuman pidana, juga dijatuhi pidana tambahan berupa wajib mengganti kerugian negara sebesar Rp 3,2 miliar, apabila terdakwa tidak sanggup membayar diganti dengan pidana penjara 1 tahun.

Hal tersebut dikatakan oleh majeis hakim yang diketuai oleh hakim Erma Suharti SH MH di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (4/5/2021).

Tidak Kemana-mana, Usai Habisi Istri di Rumah, Pelaku : Saya Malu Omelan Istri Didengar Tetangga

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum melanggar pasal 2 ayat 1 tentang Tipikor Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun setelah menjalani masa hukuman pidana pokok," ujar hakim ketua dalam persidangan.

Dikonfirmasi pada kuasa hukum Johan Anuar, Titis Rachmawati, mengatakan pihaknya merasa majelis hakim menilai kasus Johan Anuar seolah murni seperti dalil dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK.

"Yang hanya dipoles-poles saja oleh majelis hakim, seolah majelis hakim telah bekerja dalam menghakimi persoalan ini. Kami tidak ada melihat keadilan," ujar Titis Rahcmawati, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (5/5/2021).

Dari pertimbangan majelis hakim, Titis mengatakan dapat dilihat bahwa ancaman hukuman sama dan kerugian negara sepenuhnya dibebankan pada terdakwa Johan Anuar, yang mana menurutnya, ada masyarakat yang telah menerima uang pengganti.

"Sekarang majelis hakim lupa, bahwa ada uang di masyarakat. Yang seolah-olah masyarakat itu identik dengan Johan Anuar.

Halaman
12
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved