Breaking News:

Optimalisasi Penanggulangan Street Crime Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif

Kejahatan jalanan atau familiar disebut dengan istilah street crime selalu menjadi topik ha­ngat di mata publik.

ist
Kompol Suryadi, SIK, MH. 

oleh : Kompol Suryadi, SIK, MH.

Serdik Sespimmen Dikreg Ke - 61 Tahun 2021

Kejahatan jalanan atau familiar disebut dengan istilah street crime selalu menjadi topik ha­ngat di mata publik.

Sebab, kejahatan street crime tersebut seakan sangat dekat de­ng­an ma­sya­ra­kat.

Sejatinya, hal tersebut selalu menjadi konsumsi pemberitaan di ka­langan ma­sya­ra­kat lu­as (headline) serta menjadi komoditas utama bagi Polri, khususnya dalam menekan cri­me in­dex guna mewujudkan kamtibmas yang kondusif.  

Isu Krusial

Secara periodesasi waktu, yang kiranya cukup relevan saat ini, cime index, kejahatan jalanan a­­tau street crime yang khusunya terkait dengan dengan kejahatan 3 C (Curat, Curas & Cu­ran­mor) memiliki angka tertinggi sebagai kejahatan/kriminal yang paling banyak terjadi menje­lang perayaan hari besar keagamaan/lebaran atau pada saat libur lebaran (tiba).

Maraknya kriminalitas, terutama kejahatan jalanan (street crime) yang terkait dengan ke­ja­hat­an 3 C dan seringkali mengalami eskalasi peningkatan pada saat menjelang perayaan le­baran atau libur lebaran, tentu disebabkan oleh banyak faktor pendukung.

Dalam hal ini menurut Prof. Dr. Sarlito Wirawan S., seorang Guru Besar Psikologi Uni­ver­si­tas Indonesia, yang dikutip dalam Jurnal Srigunting (2012), mengatakan salah satu faktor u­ta­ma dari maraknya terjadi kejatahatan tersebut, yakni berasal faktor pengangguran dan ke­mis­kinan.

Artinya dapat dilihat bahwa terdapat faktor essensial non-hukum yang mendukung, yak­ni faktor ekonomi (money need).

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved