Curahan Hati Sopir Travel Terdampak Larangan Mudik Lebaran: Ini Momentum Kami Cari Uang

Atak:Momentum kami cari uang itu waktu lebaran inilah. Hari-hari biasa sepi tidak masalah, tapi kalau mau lebaran sepi, bagaimana kami mau makan

Penulis: maya citra rosa | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/maya
Atak (49 tahun) sopir travel tujuan Palembang-Jambi, Rabu (5/5/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Larangan mudik lokal antar kota dan kabupaten di Sumsel tidak hanya berdampak pada para pemudik, tapi juga membuat para sopir travel kehilangan kesempatan mendapatkan penghasilan lebih.

Sopir travel tujuan Palembang-Jambi, Atak hanya bisa menghela nafas setelah mendengar kabar larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah.

Hal ini tentu sangat merugikan baginya, Atak sudah mengharapkan lebaran sebagai momentum menambah penghasilan selama masa pandemi.

Namun setelah ada Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik, mulai tanggal 6-17 Mei 2021, artinya hampir 2 minggu dia tidak mengangkut penumpang.

Atak mempertanyakan bagaimana nasib para sopir yang menggantungkan penghasilannya dari momentum mudik tersebut.

"Momentum kami cari uang itu waktu lebaran inilah. Hari-hari biasa sepi tidak masalah, tapi kalau mau lebaran sepi, bagaimana kami mau makan," ujarnya.

Lelaki berusia 49 tahun tersebut mengaku pada hari-hari biasanya, dia paling banyak mendapatkan penghasilan bersih sebesar Rp 80 ribu.

Uang itu yang hanya bisa dia bawa pulang selama pandemi, yang sudah dipotong dari uang ke agen, bensin, makan dan lainnya.

"Sisa uang yang bisa kami bawa pulang itu paling Rp 80 ribu, selebihnya banyak habis di jalan. Sedih nian kami ini," ujarnya, Rabu (5/5/2021).

Oleh karena itu, Atak merasa keberatan dengan adanya larangan mudik, seharusnya Pemerintah tidak melarang, namun hanya memperketat persyaratan mudik.

"Kalau kami diminta Pemerintah untuk memperketat syarat ke penumpang untuk tunjukkan seperti surat negatif Covid-19, pasti kami lakukan, tapi jangan sampai larang mudik seperti ini," ujarnya.

Selain itu, jika memang tetap melarang mudik, setidaknya Pemerintah memberikan insentif atau bantuan kepada sopir travel untuk membantu perekonomian yang terhalang.

"Berilah kelonggaran untuk kami, kan kami juga mau cari uang, mau lebaran juga untuk keluarga," ujarnya.

Seperti tahun 2020 lalu, tidak ada larangan namun ada peraturan Seperti menjaga jarak dan maksimal orang di dalam mobil.

"Kalau bisa seperti tahun kemarin, satu mobil isinya maksimal empat orang dan semua pakai masker. Jangan seperti sekarang, dilarang semuanya," ujarnya.
 

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved