Breaking News:

Termasuk Memotong Kuku, 6 Amalan Ini yang Bisa Dikerjakan Pada Lebaran Idul Fitri, Sampai Wewangian

Simak disela-sela berita ini 6 amalan tersebut, dilengkapi juga dengan panduan takbir Idul Fitri dikutip dari Fatwa MUI

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Anton
Ilustrasi - Sholat Berjamaah. 

Pada poin nomor 4, disebutkan salah satu amalan sunnah adalah mengumandangkan takbir.

Tradisi masyarakat Indonesia, biasanya melakukan takbir secara berkeliling.

Namun, di tengah pandemi ini, tradisi tersebut dilarang sementara.

Meski demikian, takbir masih bisa dikumandangkan dalam berbagai kesempatan.

Berikut ini panduan takbir Idul Fitri dikutip dari Fatwa MUI:

1. Setiap muslim dalam kondisi apapun disunnahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah SWT

2. Waktu pelaksanaan takbir mulai dari tenggelamnya matahari di akhir ramadhan hingga jelang dilaksanakannya shalat Idul Fitri

3. Disunnahkan membaca takbir di rumah, di masjid, di pasar, di kendaraan, di jalan, di rumah sakit, di kantor, dan di tempat-tempat umum sebagai syiar keagamaan

4. Pelaksanaan takbir bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama, dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan).

5. Dalam situasi pandemi yang belum terkendali, takbir bisa dilaksakan di rumah, di masjid oleh pengurus takmir, di jalan oleh petugas atau jamaah secara terbatas, dan juga
melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya

6. Umat Islam, pemerintah, dan masyarakat perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam Idul Fitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar wabah COVID-19 segera diangkat oleh Allah SWT.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved