Breaking News:

KRI Nanggala Tenggelam

"MANA Buktinya Kalau Gugur,"ISTRI Lettu Rintoni Berharap Jasad Suami Ditemukan untuk Dimakamkan

Mawar Vinolita (35) istri Lettu Anumerta (T) Rintoni masih berharap suaminya dapat ditemukan dalam kondisi selamat

Editor: Wiedarto
ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Sejumlah prajurit Kapal Selam TNI AL berpose di samping deretan foto prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur saat Penganugerahan tanda kehormatan dan kenaikan pangkat luar biasa prajurit KRI Nanggala-402 di Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut, SIdoarjo, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021). Sebanyak 53 prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur di medan tugas mendapatkan anugerah Tanda Kehormatan Republik Indonesia dan kenaikan pangkat luar biasa. 

SRIPOKU.COM, WONOGIRI--Mawar Vinolita (35) istri Lettu Anumerta (T) Rintoni masih berharap suaminya dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Namu jika suaminya dinyatakan gugur, Mawar meminta pemerintah melakukan pencarian jasad para kru KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan utara Bali. Permintaan tersebut disampaikan Mawar kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini yang berkunjung ke rumahnya di Desa Bulurejo, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu (2/5/2021).

Risma datang untuk menyerahkan bantuan uang santunan dalam bentuk tabungan senilai Rp 200 juta dan Rp 15 juta dari Presiden Joko Widodo. “Saya sampaikan banyak terima kasih untuk perhatian yang diberikan pemerintah. Tetapi saya minta kalau suami saya dinyatakan gugur harus ada bukti autentik fisiknya,” ujar Mawar kepada Kompas.com di kediamannya, Minggu (2/5/2021) siang.

Keluarga akan tetap menerima apa pun bentuk fisik jasad yang ditemukan dalam pencarian untuk dimakamkan. “Entah itu hanya bagian apanya yang penting ditemukan misalnya dinyatakan gugur,” kata Mawar.

Ia bercerita keluarga merasa Rintoni masih ada karena sampai saat ini belum ada bukti autentik jasad suaminya yang dinyatakan gugur saat bertugas.

“Kalau belum ditemukan bukti outentiknya itu rasanya orangnya masih seperti ada di dalam,” ungkap Mawar. Selain santunan dalam bentuk tabungan, dua anak perempuan Mawar, Rilin (6) dan Hilya (16 bulan) juga mendapatkan mainan anak dari Risma dan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.

Sementara itu Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono menerima 53 dokumen akta kematian ABK KRI Nanggala-402 yang diserahkan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Zudan Arif Fakhrulloh.

Penyerahan dokumen dilakukan di Gedung Utama R E Martadinata, Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (29/4/202. Selain akta kematian, juga ikut diserahkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) terbaru bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan penerbitan dokumen kependudukan ini dilakukan secara cepat, mudah dan gratis. Keluarga korban tidak perlu mengurus sendiri karena sudah diuruskan jajaran Dukcapil kabupaten/kota sesuai alamat KTP-el atau KK korban.

"Kami atas nama Menteri Dalam Negeri turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa para awak kapal KRI Nanggala-402. Kami menyampaikan dokumen kependudukan berupa akta kematian, kartu keluarga dan KTP-el terbaru satu pintu melalui Mabes TNI AL agar dapat diserahkan kepada keluarga yang ditinggalkan para korban”, terang Zudan.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Muhlis Al Alawi, Achmad Nasrudin Yahya | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief, Krisiandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Kalau Suami Saya Dinyatakan Gugur, Harus Ada Bukti Autentik Fisiknya"", https://regional.kompas.com/read/2021/05/02/162600478/-kalau-suami-saya-dinyatakan-gugur-harus-ada-bukti-autentik-fisiknya-?page=all#page2.

Editor : Rachmawati

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved