Breaking News:

Mudik Lebaran

Gubernur Harus Perketat Mudik Lebaran, Mendagri Tito Karnavian Tegur Sumsel

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah provinsi bekerjasama terkait larangan mudik Lebaran 2021.

sripoku.com/rahmaliyah
Mendagri Tito Karnavian ketika mengunjungi RSUD di Palembang, Minggu kemarin/5/2021) 

SRIPOKU.COM -- Larangan mudik Lebaran 2021 yang dikeluarkan pemerintah pusat, hendaknya diikuti oleh gubernur. Kebijakan ini dikeluarkan untuk mencegah penularan Covid-19.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah berkaitan dengan larangan mudik Lebaran 2021.

Larangan mudik ini dimaksudkan untuk mencegah penularan Covid-19. Kebijakan ini perlu dilakukan secara serentak antara pusat dan daerah.

Seperti dikutip KompasTV, Tito Karnavian dalam keterangan tertulisnya, Senin (03/05/2021), pelarangan mudik ini dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang berpotensi pada penularan Covid-19.

Baca juga: LARANGAN Mudik di Sumsel, Pemerintah Jangan Plin-plan, Dilarang Mudik Tapi Mal dan Kafe Tetap Buka

Baca juga: BREAKING NEWS : 5 Ribu Penumpang Mudik dari Bandara SMB II Palembang

Tito Karnavian meminta masyarakat untuk menahan diri dan bersabar tidak mudik demi menjamin keselamatan diri dan keluarga.

"Repotnya nanti, kalau sudah mudik itu mobilitas tinggi, setelah itu terjadi, virus dibawa dari satu tempat ke tempat lain, menulari, apalagi biasanya ritualnya hari raya itu kan kita datang ke orang tua," kata mantan Kapolri ini.

Sebagaimana diberitakan  sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah menerbitkan Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Pada adendum itu diatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), yakni selama H-14 dan H+7 peniadaan mudik Lebaran.

Sementara itu, sebagaimana bunyi SE Satgas Nomor 13 Tahun 2021, larangan mudik Lebaran berlaku pada 6-17 Mei 2021.

 "Periode H+7 pasca masa peniadaan mudik (6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021) yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini berlaku pada tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021," bunyi petikan adendum itu lagi.

Halaman
12
Editor: Sutrisman Dinah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved