Breaking News:

Berita Pagaralam

Batu Koral Berhamburan di Jalan Alternatif Pagaralam - Lahat, Waspada Potensi Kecelakaan

Pasalnya sering sekali kondisi jalan juga menjadi akses keluar masuk Kota Pagaralam rusak, bahkan berbahaya untuk digunakan oleh masyarakat.

SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak batu koral yang berhamburan ditengah jalan Alternatif Pagaralam-Lahat. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Kondisi jalan alternatif yang menghubungkan antara Kota Pagaralam dengan Kabupaten Lahat, sepertinya kurang mendapat perhatian.

Pasalnya sering sekali kondisi jalan juga menjadi akses keluar masuk Kota Pagaralam rusak, bahkan berbahaya untuk digunakan oleh masyarakat.

Jika sebelumnya, kondisi jalan banyak yang rusak dan berlubang.

Baca juga: Ada Perempuan 20 Tahun di Kawasan Pabrik Teh Gunung Dempo, Update Virus Corona di Pagaralam 2 Mei

Baca juga: Walikota Pagaralam Alpian Maskoni Mengundurkan Diri dari Ketua dan Kader PKB, Alasannya Ada Deh

Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu kondisi jalan tepatnya di kawasan Tebing Ayek Bingkok rusak dan dipenuhi batu koral.

Saat ini, kondisi yang sama juga tampak di jalur tersebut.

Kali ini batu koral banyak berhamburan tepat di tikungan tajam sebelum memasuki jembatan Sungai Selangis.

Batu koral yang berhamburan tersebut sudah sering menyebabkan kecelakaan di kawasan itu.

Salah satu Kepala Desa (Kades) di kawasan itu, Firman mengatakan bahwa memang kondisi jalan alternatif Pagaralam-Lahat beberapa titik terdapat hamburan koral.

"Akses jalan ini selian menjadi jalur alternatif Pagaralam-Lahat, jalan ini juga menjadi jalur utama warga kami yang ada di kecamatan Gumay Ulu," ujarnya.

Memang ada beberapa titik jalan yang kondisinya berbahaya karena banyak sekalu batu koral yang berhamburan.

Baca juga: Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Datangi Rumah Seorang Pasien Covid-19 di Kelurahan Burung Dinang

Baca juga: 2 Hari Bertambah 2 Kasus Covid-19, Update Virus Corona di Pagaralam 28 April, Sempat 1 Bulan Nihil

Kondisi ini diperparah dengan lokasinya tepat berada di tikungan tajam.

"Sudah sering terjadi kecelakaan disini dek, terutama kendaraan roda dua. Pasalnya saat sedang menikung ban menjadi licin karena banyak koral ini," katanya.

Menurut warga setempat, Manto bahwa penyebab batu koral masuk kebadan jalan disebabkan tidak adanya saluran drainase di dua sisi jalan.

Jadi saat musim hujan material batu dan tanah masuk kebadan jalan.

"Drainasenya tidak ada pak, jadi batu koral dan tanah masuk kebadan jalan. Jika ini terus dibiarkan maka aspal jalan akan tertutup tanah dan koral," jelasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved